DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Masalah Pengelolaan Kelas Dan Cara Menghadapi Masalah Pengelolaan Kelas Januari 20, 2012

Filed under: REFLEKSI — desiana91 @ 1:24 pm

REFLEKSI KELOMPOK 3&4
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 1462
SEMESTER : V
Masalah Pengelolaan Kelas Dan Cara Menghadapi Masalah Pengelolaan Kelas
Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar tujuan dari pembelajaran dapat terwujud. Pada saat mengajar seorang guru akan menghadapi beberapa masalah dalam kelasnya. Masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu masalah pengajaran dan masalah pengelolaan kelas. Masalah pengajaran terkait dengan cara guru dalam menyampaikan materi agar dapat diterima secara maksimal oleh keseluruhan peserta didik di kelasnya. Penampilan menarik dan cara mengajar yang interaktif dapat menumbuhkan niat dan semangat peserta didk terhadap suatu materi yang disampaikan oleh gurunya. Seorang guru yang mengalami masalah pengajaran akan terlihat pada hasil evaluasi siswa secara menyeluruh. Jika sebagian besar peserta didik dalam suatu kelas mendapatkan nilai di bawah standar, maka seorang guru harus dapat mencari tahu letak kelemahannya dalam menyampaikan materi. Sedangkan masalah pengelolaan kelas tekait dengan hal-hal yang menjadi kendala bagi siswa dalam kegiatan pembelajarn. Masalah pengelolaan kelas dapat di kelompokkan menjadi dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok. Tindakan pengelolaan kelas seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat masalah yang sedang dihadapi, dan dapat memilih strategi penanggulangannya dengan tepat pula. Dalam masalah individu ada beberapa hal yang dapat terjadi pada peserta didik, seperti : (1) tingkah laku yang ingin mendapat perhatian dari orang lain, misalnya dalam bentuk yang aktif yaitu selalu membuat lelucon saat menjalani pembelajaran di kelas dan dalam bentuk pasif dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra dari orang lain; (2) tingkah Iaku yang ingin mencari kekuasaan, misalnya dalam bentuk aktif adalah dengan berbohong dan dalam bentuk pasif dengan selalu Iupa pada aturan penting di kelas; (3) Tingkah Iaku menuntut balas, dalam bentuk aktif adalah dengan bersikap ganas dan dalam bentuk pasif dengan bersikiap cenderung cemberut; (4) memperlihatkan ketidakmampuan, yaitu dengan menolak untuk mencoba melakukan apapun karena merasa selalu akan mengalami kegagalan dan seringkali mengucilkan diri. Ada empat hal yang dapat digunakan untuk mengenali masalah-masalah individu, antara lain: (1) jika guru merasa terganggu dengan tingkah laku peserta didiknya, maka itu merupakan tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan mengalami masalah dalam mencari perhatian; (2) jika guru merasa terancam atau terpojok oleh tingkah laku peserta didik, maka peserta didik yang bersangkutan mengalami masalah dalam mencari kekuasaan; (3) jika guru merasa sangat disakiti, maka hal itu merupakan tanda bahwa peserta didik mengalami masalah menuntut balas; (4) jika guru merasa tidak mampu dalam membantu peserta didiknya yang mengalami masalah, maka itu merupakan tanda bahwa peserta didik tersebut mengalami masalah ketidakmampuan. Sedangkan masalah kelompok yang muncul pada peserta didik, antara lain: (1) kekurangkompakan, hal ini dapat terjadi jika terjadi ketidak-cocokan antara peserta didik. Bila hal ini terjadi pada peserta didik di kelas, maka mereka tidak akan mau saling membantu; (2) kekurang-mampuan mengikuti kelompok, hal ini terlihat pada sikap peserta didik yang tidak mau mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam kelas yang dilakukan oleh anggota kelompok, seperti ribut pada saat semua temannya berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran; (3) reaksi negative terhadap semua anggota kelompok, terjadi jika ekspresi kasar yang dilontarkan terhadap anggota kelompok tidak diterima oleh kelompok itu; (4) penerimaan kelompok atau tingkah laku menyimpang, terjadi jika suatu kelompok mendorong timbulnya perilaku menyimpang seperti membuat nama ejekan untuk gurunya; (5) kegiatan anggota atau kelompok menyimpang dari ketentuan, misalnya peserta didik menolak untuk melakukan sesuatu yang ditugaskan oleh gurunya karena menganggap gurunya tidak adil. Peranan guru dalam menganalisis secara tepat tingkah laku peserta didik sangat diperlukan agar guru dapat menangani masalah peserta didik dengan cara yang tepat. Jangan sampai masalah pengelolaan kelas diselesaikan dengan cara yang bersifat pengajaran. Misalnya seorang guru menyajikan pelajaran menjadi lebih menarik agar peserta didik yang malas mengikuti pelajaran mau hadir. Padahal alasan sebenarnya peserta didik itu tidak mengikuti pelajaran karena mengalami masalah dengan salah satu teman di kelasnya. Pemecahan masalah seperti ini tentu saja tidak akan membuahkan hasil. Untuk itu sangat penting bagi guru untuk mengenali masalah peserta didik secara individu dan kelompok. Dalam menghadapi masalah-masalah pengelolaan kelas ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh guru, antara lain: (1) pendekatan pengubahan tingkah laku, pada pendekatan ini menerapkan larangan dan anjuran seorang guru kepada peserta didiknya; (2) pendekatan iklim sosio-emosional, pendekatan ini memandang bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan fungsi dari hubungan yang baik antara guru dan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta didik itu sendiri. Melalui pendekatan ini peserta didik dan guru diharapkan dapat memiliki sikap keterbukaan, kepercayaan dan rasa simpati. Dengan demikian maka akan dapat menumbuhkan kenyaman dan ketentraman bagi peserta didik dalam menerima pelajaran. Hal penting yang harus diingat di sini adalah seorang guru harus tetap tegas dan membatasi kedekatannya dengan peserta didik. Jangan sampai peserta didik memanfaatkan kedekatannya untuk memperoleh nilai; (3) pendekatan proses kelompok, dalam pemilihan pendekatan ini harus didasarkan atas pertimbangan bahwa perilaku yang menyimpang pada dasarnya bukan hal yang menimpa individu, tetapi mencangkup kelompok. Salah satu hal yang harus diperhatikan guru dalam pendekatan ini adalah meningkatkan daya tarik dan ikatan bagi anggota-anggotanya; (4) pendekatan elektis, Dalam menghadapi masalah-masalah pengelolaan kelas, seorang guru dapat menggunakan lebih dari satu pendekatan.

About these ads
 

5 Responses to “Masalah Pengelolaan Kelas Dan Cara Menghadapi Masalah Pengelolaan Kelas”

  1. gunawank Berkata

    Teori seperti ini sering aku dapat, tapi masih kesulitan menerapkannya….
    Bisa diberikan contoh menanggulangi siswa (satu kelas) yang tidak mau mengerjakan tugas.

  2. desiana91 Berkata

    Mf kak kalo ni krg membntu.
    Jujur ajha,soal praktekx saia blum penah.bru blajr teori ajha nich.

    Kalo kyk msalah yg kk blg t.
    Menrt saia, cri tw dlu t trmsuk msalah pngajaran ato pngelolan kelas.kalo dah tw,bru bsa ditangani.

  3. Nortje Mustapa Berkata

    Maaf, kalau bisa solusi yang diuraikan sekaligus dengan cara yang riil dan uraian tindakan relevan bagi guru dalam pengelolaan yang baik…


Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s