DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Tentang Jakarta Desember 23, 2011

Filed under: LAPORAN KKL — desiana91 @ 9:22 am

Tujuan pertama kami adalah kota Jakarta. Siapapun tentu saja sudah tidak asing lagi mendengar kota yang terkenal dengan keberadaan monas ini, walaupun tak semua orang pernah menjejakkan kakinya disana. Sebagai ibu kota Negara republik Indonesia, keramaian dan gemerlap kota ini tidak dapat dipertanyakan lagi. Seperti yang sering tersiar di layar televisi, kemacetan di Jakarta juga sudah bukan rahasia.

Rombongan peserta KKL Unmas Denpasar yang terbagi menjadi 3 bus berangkat dari kampus kamboja pada tanggal 12 Desember 2011 pukul 07.00 WITA. Sepanjang perjalanan ada banyak hal yang dapat kami saksikan lewat kaca bus yang melaju kencang menembus cerahnya pagi kala itu. Keindahan alam berupa hamparan sawah yang membentang luas di sepanjang jalan yang menanjak dan berliku semakin menyempurnakan ketenangan dalam pikiran. Sebelum menuju pelabuhan Gilimanuk, kami melakukan persembahyangan di Pura Rambut Siwi yang terletak di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Setelah menyebrang melewati Selat Bali, kami akhirnya sampai di Pelabuhan Ketapang. Perjalanan pun  dilanjutkan kembali hingga keesokan harinya dengan tidak lupa singgah di rumah makan untuk mengisi tenaga pada siang dan malam hari. Perasaan tak nyaman saat harus tidur di bus sempat menyurutkan semangat untuk melanjutkan perjalanan saat itu. Namun rasa lelah dan bosan itu tak bertahan lama saat kami tiba di Daerah Cirebon untuk mandi dan sarapan bersama. Seiring dengan meningginya mentari, semangat kami pun ikut terisi kembali.

Lokasi pertama yang kami datangi adalah ITC Cempaka Mas yang berada di Jl. Letnan Jenderal Suprapto Jakarta Pusat.  ITC Cempaka Mas merupakan tempat berbelanja rekreasi keluarga yang menyediakan segala keperluan keluarga. ITC Cempaka Mas memiliki gedung dengan 6 lantai dan 12 area blok mulai dari Blok A hingga Blok L diatas lahan sekitar 4,8 hektar.

Setelah kurang lebih 2 jam berlalu, perjalanan berlanjut menuju Pura Gunung Salak yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Walaupun kepiawaian pak supir dalam menaklukkan jalanan yang menanjak dan berliku tajam sudah tak dapat diragukan lagi, namun rasa menegangkan tidak dapat luput saat mendengar suara decitan ban bus yang mencoba menahan beban agar tetap dalam keadaan yang seimbang. Saat tiba di areal parkir pura hari sudah petang sehingga saya dapat menyaksikan indahnya cahaya lampu yang bertaburan di kaki pura. Pemandangan indah saat itu mampu menyembunyikan dinginnya malam yang turut menemani perjalanan.

Perjalanan selanjutnya membawa kami ke Hotel Jatra untuk beristirahat. Walaupun tidak sebebas  berada di rumah sendiri, tetapi tempat tersebut menyediakan tempat yang lebih nyaman untuk berbaring dan menghimpun tenaga dibandingkan dengan di dalam bus.

***

Waktu berlalu dan membawa kami tiba di Monumen Nasional atau yang terkenal dengan nama Monas. Monas merupakan ikon kota Jakarta yang terletak di pusat kota Jakarta. Monas selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat keindahan kota Jakarta dari puncak Monas, menambah wawasan sejarah Indonesia di ruang diorama ataupun menikmati segarnya hutan kota seluas kira-kira 80 hektar di tengah kota Jakarta.

Monas dibangun setinggi 132 meter berbentuk lingga yoni dan seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer. Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80×80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

Di dekat pintu masuk menuju pelataran Monas itu juga nampak megah berdiri patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton itu dikerjakan oleh pemahat Italia, Prof  Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Untuk mencapai pelataran puncak  pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Namun karena pengunjung monas yang selalu ramai, maka pengunjung yang ingin mencapai pelataran puncak monas harus rela mengantre. Saat itu saya mengantre hampir sekitar 45 menit demi merasakan sensasi berdiri berada di tempat yang sangat tinggi dan melihat kota Jakarta lewat teropong yang telah disediakan. Angin bertiup sangat kencang saat saya berada di pelataran puncak monas. Dari sana saya dapat melihat istana presiden yang megah dengan latar belakang gedung-gedung tinggi kota Jakarta. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat yang akan sangat membantu jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Bentuk dan tata letak Monas yang sangat menarik memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan yang memesona, berupa taman yang dihiasi pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. Kolam air mancur tepat di lorong pintu masuk membuat taman menjadi lebih sejuk, ditambah dengan pesona air mancur bergoyang. Kemegahan monas yang dihiasi warna-warni pepohonan membuat saya dan teman-teman tak kuasa untuk tidak mengabadikan pengalaman berkunjung kesana.

***

Keseruan perjalanan saat itu tidak hanya berhenti sampai di sana. Setelah puas melihat indahnya kota Jakarta dari ketinggian 114 m, perjalanan berikutnya membawa kami ke dunia fantasi atau yang lebih dikenal dengan nama “ DUFAN”. Berbagai wahana menarik dan menegangkan disajikan di atas lahan seluas 9,5 hektar ini. Mulai dari wahana permainan yang membuat kita berdecak kagum, terkejut, bingung atau bahkan yang membuat kita berteriak kencang. Beberapa wahana permainan yang tersedia di dufan antara lain istana boneka, alap-alap, bianglala, lorong sesat, hysteria, halilintar, tornado, rumah miring, rumah kaca, kora-kora, arung jeram, baku toki, Niagara gara, kicir-kicir dan masih banyak lagi. Tetapi sangat disayangkan sekali karena saat saya berkunjung kesana wahana tornado, halilintar dan Niagara gara sedang tidak dapat dioperasikan karena sedang diperbaiki.

Setiap wahana yang ada di dufan tentu saja menyajikan ketegangan yang berbeda. Ada yang hanya membuat kita terkejut atau bahkan membuat kita berteriak histeris. Saran saya jika anda ingin mencoba wahana yang ada di dufan, mulailah dari wahana yang ringan agar jangan sampai anda sudah merasa ketakutan di awal permainan. Mulailah menikmati wahana istana boneka atau bianglala untuk di awal permainan. Bianglala merupakan kincir raksasa yang menjadi penanda Dufan. Melalui wahana ini anda akan dapat melihat indahnya hamparan laut Ancol dan keseluruhan wilayah Dufan dari ketinggian 33m. Setelah keberanian anda terkumpul penuh, barulah anda mencoba wahana lainnya yang lebih menegangkan seperti hysteria atau halilintar.

Walaupun belum semua wahana sempat saya coba, namun perjalanan sudah harus dilanjutkan kembali. Kehebohan saat mencoba wahana alap-alap masih menyisakan ketegangan hingga sampai di bus. Hebohnya teman-teman saat berbagi cerita tentang pengalaman di dufan menemani perjalanan hingga sampai di TMII ( Taman Mini Indonesia Indah) yang berlokasi di Jakarta Timur.

TMII merupakan merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia dengan area seluas kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi. TMII merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional. TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari “Taman Mini Indonesia Indah”. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayangHanomanyang dinamakan NITRA (Anjani Putra).

Karena saat itu hujan turun dan hari sudah mulai gelap, maka kami tidak dapat menikmati berbagai sarana rekreasi yang disediakan di sana. Kami hanya dapat menyaksikan anjungan dari semua provinsi yang ada di Indonesia lewat kaca bus. Walaupun demikian, kami tetap menyempatkan waktu untuk melakukan persembahyangan bersama di pura yang dibangun di TMII sebagai simbolik agama Hindu.

                Setelah menikmati makan malam bersama, bus kembali melaju mengantarkan kami ke hotel Trio di kawasan Bandung untuk beristirahat.  

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

***

Berdasarkan hasil pengamatan saya selama berkunjung di beberapa objek yang ada di Jakarta, ada beberapa hal yang terkait dengan pembelajaran matematika, antara lain :

1)      Penghitungan tinggi bangunan yang ada di beberapa objek seperti monas yang mempunyai ketinggian 132m dan wahana bianglala yang mempunyai ketinggian 33 m,

2)      Pengukuran luas areal objek wisata seperti Monas yang mempunyai luas 80 hektar, ITC Cempaka Mas yang mempunyai luas 4,8 hektar, TMII yang mempunyai luas 150 hektar dan Dufan yang mempunyai luas 9,5 hektar,

3)      Kemiringan rumah miring yang mencapai 30 derajat (terkait dengan materi trigonometri),

4)     konsep  Wahana rumah kaca yang terkait dengan materi refleksi,

5)      Pengukuran berat badan sebelum mengikuti wahana bola gila yang ada di Dufan dan pengukuran berat patung Pangeran Diponegoro sedang menunggang kuda yang ada di Monas seberat 8 ton,

6)      Perhitungan kecepatan maksimal beberapa wahana seperti alap-alap, halilintar dan niagara-gara agar tidak keluar dari lintasan.

 

Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s