DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Tentang Bandung Desember 24, 2011

Filed under: LAPORAN KKL — desiana91 @ 4:50 pm

Di hari berikutnya perjalanan kami berlanjut ke kota Bandung. Kota yang terkenal dengan Gedung Sate ini memendam beberapa tempat wisata yang menakjubkan, salah satunya adalah objek wisata Tangkuban Perahu. Tempat inilah yang menjadi tujuan pertama dari perjalanan kami saat itu. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung aktif yang terletak di provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 2.084m. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

            Sepanjang perjalanan menuju areal parkir objek ini terdapat jejeran pohon pinus menjulang tinggi dan hamparan kebun teh yang  menambah kesempurnaan indahnya objek ini. Dinginnya kota Bandung sangat terasa di sana. Untuk itu bagi anda yang ingin berkunjung ke sana sebaiknya berbekal perlengkapan untuk menghangatkan diri. Bagi anda yang lupa atau tidak sempat menyiapkannya, tidak perlu khawatir karena di sana terdapat jejeran kios yang tidak hanya menyediakan makanan dan pernak-pernik khas Bandung, tetapi juga menyediakan beberapa perlengkapan anti dingin seperti syal, jaket dan topi.

Agar dapat menyaksikan pesona Gunung Tangkuban Perahu lebih dekat, anda dapat berjalan kaki atau menggunakan jasa angkutan yang telah tersedia di sana. Dengan membeli tiket kita akan diantar melewati jalanan menanjak dan berliku tajam yang diapit oleh indahnya pemandangan di kedua ruas jalan. Bila dilihat sekilas, Gunung Tangkuban Perahu tampak seperti kapal yang terbalik. Deretan kawah yang memanjang menjadi daya tarik tersendiri. Saat itu cuaca sedang cerah sehingga lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas dan terlihat sangat kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar gunung. Bagi pengunjung yang lelah, di sana tersedia juga kuda yang siap mengantar dan melayani pengunjung yang ingin menikmati keindahan Tangkuban Perahu dengan menunggangi kuda.

***

Bertolak dari Gunung Tangkuban Perahu, bus melaju menuju Museum Geologi Bandung yang terletak di Jl. Diponegoro. Dari luar tampak jejeran pedagang siomay dan berbagai macam pernak-pernik yang menjajakan barang dagangannya. Perlu waktu beberapa menit untuk berjalan dari areal parkir menuju pintu museum. Geddung museum dirancang dengan gaya arsitektur “art deco” oleh arsitek Belanda Ir.H. Menalda van Schouwenburg dan diresmikan sebagai museum geologi pada 16 mei 1929.

Sebelum berkeliling melihat setiap koleksi yang ada pada museum, anda akan diwajibkan untuk menitipkan barang bawaan di tempat yang telah disediakan yang berada di sisi kiri pintu masuk museum. Museum ini menyimpan berbagai jenis batuan, mineral dan fosil yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesa sejak tahun 1850-an. Setiap koleksi yang ada dilengkapi dengan label yang menginformasikan nomor koleksi, nama koleksi, tempat ditemukan serta kolektornya dan ditata rapi dalam lemari-lemari kaca.

Museum ini terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 1 memuat tentang geologi Indonesia serta sejarah kehidupan dan di lantai 2 memuat tentang peranan geologi  untuk kehidupan manusia. Pada ruang sayap timur lantai 1 terdapat sudut-sudut yang memperagakan masa kehidupan purba (Arkeozakum), masa kehidupan awal (Proterozoikum), masa kehidupan tua (paleozoikum). Masa kehidupan tengah (mesozoikum), masa kehidupan baru (kenozoikum), koleksi fosil hewan bertulang belakang dan beberapa penjelasan tentang penemuan manusia purba khususnya di Indonesia. Sedangkan pada ruang sayap barat lantai 1 terdapat sudut-sudut yang menyajikan gambaran asal-usul bumi, tektonik Indonesia, keadaan geologi pulau-pulau besar di Indonesia, berbagai contoh batuan dan mineral serta beberapa survei geologi terhadap suatu daerah.

Lantai 2 museum terbagi menjadi 3 ruangan utama, yaitu ruang barat, ruang tengah dan ruang timur . Ruang barat dipakai oleh staf museum, sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II digunakan untuk peragaan yang dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia. Ruang tengah berisi pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengah Papua. Beberapa contoh batuan asal Papua tertata dan dipamerkan dalam lemari kaca. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di tempat itu. sedangkan ruang timur terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang semuanya memberikan informasi mengenai aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

  1. Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia,Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral,
  2. Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral,
  3. Ruang 3 memuat informasi tentang penggunaan mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun mo

      4.   Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi,

      5.   Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi seperti tanah longsor, letusan gunungapi dan sebagainya,

      6.     Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala gunung api,

     7.    Ruang 7 menjelaskan tentang sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian                     sumberdaya tersebut.

Pada dinding museum terdapat beberapa gambar tokoh yang berperan penting dalam geologi seperti Marie Eugene Francois Thomas Dubois yang merupakan seorang ahli paleoantropologi dan G.H.R Von Koeningswald yang merupakan ahli di bidang manusia purba dan kebudayaannya. Selain itu dalam museum juga terdapat beberapa peta pulau di Indonesia yang dibuat dalam skala tertentu.

Saat berkunjung ke museum geologi saya sempat memasuki ruang Auditorium Museum Geologi. Ruangan ini menyerupai bioskop yang memungkinkan para pengunjung untuk menonton film yang berhubungan dan disediakan oleh Museum Geologi. Auditorium ini dilengkapi dengan AC, pengeras suara, layar lebar dan kursi yang nyaman sebanyak 200 buah.

***

Usai bergelut dengan dunia pengetahuan, kami melanjutka perjalanan menuju Cihampelas. Cihampelas merupakan adalah sebuah kecamatan di kabupaten bandung Barat,Jawa Barat. Di Jalan Cihampelas saat ini kita juga dapat dengan mudah menjumpai tempat penjualan cinderamata khas Bandung, toko oleh-oleh/jajanan, rumah makan, hotel, aneka aksesoris, aneka brownies, dan lain-lain. Tetapi, kondisi jalan yang kecil dan padatnya pengunjung membuat kemacetan di jalan ini tidak bisa dihindari. Karena saat itu tetesan hujan turut menemani perburuan berbagai jenis barang yang ada di sana, maka kami harus segera masuk bus agar tidak basah karena hujan.

Kegiatan berbelanja tidah berhenti sampai di sana. Kunjungan berlanjut ke daerah Cibaduyut yang berada di selatan kota Bandung. Di sepanjang Jalan Cibaduyut Bandung banyak berdiri toko toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Daerah ini terkenal karena harga yang mereka tawarkan cukup murah, dan kwalitas yang cukup bagus. Kita dapat melihat toko-toko yang berjejer memajang dagangan yang didominasi oleh tas dan sepatu. Jika kita masuk ke dalamnya, kita dapat menemukan lebih banyak lagi. Ada berbagai jenis pakaian termasuk jaket kulit, tas kulit, tas gendong, dompet, ikat pinggang, boneka, sandal, dan lain-lain. Keistimewaan lainnya adalah Harga barang-barang di sana yang dapat ditawar.
Berakhirnya kegiatan berbelanja di Cibaduyut turut mengakhiri petualangan wisata di Kota Bandung. Setelah menikmati makan malam di salah satu rumah makan di  daerah sana, bus kembali melaju membawa saya dan peserta KKL lainnya menuju kota gudeg, Yogyakarta.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

***

Berdasarkan hasil pengamatan saya selama berkunjung di beberapa objek yang ada di Bandung, ada beberapa hal yang terkait dengan pembelajaran matematika, antara lain :

  1. Pengukuran tinggi Gunung Tangkuban Perahu yang mencapai 2.084 m,
  2. Penggunaan skala dalam pembuatan peta yang ada di dalam Museum Geologi Bandung,
  3. Penghitungan volume batuan yang ada di Museum Geologi Bandung,
  4. Pengukuran tinggi dan massa benda yang menjadi koleksi di Museum Geologi Bandung,
  5. Penggunaan angka dalam memprediksi usia suatu fosil yang ada di Museum Geologi Bandung.
 

Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s