DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Aliran Psikologi Tingkah Laku Januari 7, 2012

Filed under: REFLEKSI — desiana91 @ 2:58 pm

REFLEKSI : KELOMPOK 5
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 09.8.03.51.30.15.1462
SEMESTER : IV

ALIRAN PSIKOLOGI TINGKAH LAKU

Teori mengajar mencakup mengenai prosedur atau petunjuk tentang cara mengajar anak pada usia yang sudah siap belajar dan tujuan mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik berperan sebagai subjek dan kurikulum sebagai objek. Seorang guru berfungsi sebagai pengatur jalannya kegiatan belajar mengajar agar pembelajaran dapat berjalan secara terstruktur sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Stimulus respon sangat diperlukan untuk menumbuhkan suasana pada saat pembelajaran, misalnya pada saat guru bertanya kepada peserta didiknya apakah mereka sudah memahami penjelasan yang diberikan dan kemudian peserta didik menjawab sudah atau belum. Hubungan antara guru dan peserta didik akan semakin kuat jika hubungan stimulus respon sering terjadi. Stimulus respon dari seorang guru akan dapat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Seorang guru seharusnya dapat bersikap profesional pada saat mengajar agar peserta didiknya tidak merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Kesan pertama seorang guru di mata peserta didik sangat berpengaruh pada pembelajaran berikutnya. Dari penilaian awal yang baik kepada seorang guru, peserta didik dapat tertarik pada mata pelajaran yang akan diberikan walaupun ia belum mengenal mata pelajaran tersebut. Maka dari itu penampilan seorang guru harus diperhatikan. Setelah merasa guru tersebut menyenangkan, maka peserta didik akan mulai meniru dan mencermati pelajaran yang diberikan. Pada tahap selanjutnya peserta didik akan mulai berani mengutarakan pendapatnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gurunya. Dalam pembelajaran guru harus mengetahui saat ia harus bersikap tegas, ramah dan humoris agar peserta didik tidak membenci suatu mata pelajaran hanya karena sikap guru yang dinilai tidak menyenangkan. Bila seorang guru selalu bersikap galak dan tidak bersahabat pada saat mengajar, peserta didik pasti akan takut dan akhirnya menghindari mata pelajaran yang bersangkutan. Maka dari itu, seorang guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai pengajar sekaligus sebagai teman bagi peserta didik. Ketika menyadari ada peserta didiknya yang mulai bosan atau bahkan mengantuk saat pembelajaran, seorang guru harus dapat membangkitkan suasana dengan memberikan humor kepada peserta didik selama masih dalam batas wajar. Dengan demikian peserta didik yang awalnya tidak bisa dalam pelajaran akan mulai tertarik walau hanya karena faktor guru. Namun saat ada peserta didik yang mengabaikan kewajibannya seperti tidak mengerjakan tugas yang diberikan, seorang guru harus bisa bertindak tegas dan adil dengan memberikan hukuman yang sifatnya mendidik. Misalnya dengan memberikan tambahan tugas kepada peserta didik yang bersangkutan sehingga secara tidak langsung akan memberikan latihan lebih padanya. Sebuah senyuman atau pujian juga dapat dilontarkan oleh seorang guru kepada peserta didik yang berani menunjukkan kemampuannya dalam belajar untuk menguatkan konsep yang telah ada pada peserta didik dan memotivasi minat belajarnya. Untuk mengarahkan perilaku peserta didik dari yang negatif menjadi positif, seorang guru harus dapat memilih psikologi yang dapat digunakan untuk memperkirakan dan mengendalikan perilaku peserta didik. Pemilihan psikologi perlu diperhatikan agar pada saat guru mengarahkan peserta didiknya, tidak akan menimbulkan ketakutan dan perasaan terpaksa pada peserta didik yang bersangkutan. Seorang guru dapat mulai bertanya kepada peserta didik yang bersangkutan mengenai alasan atau kendala yang menyebabkan dirinya tidak mau belajar serta memberikan gambaran mengenai akibat dari perilakunya saat itu. Pada saat menerima suatu materi, sebagian besar peserta didik berusaha mengingat materi dengan menghafal materi yang diberikan oleh gurunya tanpa memahami makna dari materi tersebut. Peserta didik sebenarnya akan lebih mudah mengingat materi bila ia sudah memahami materi tersebut dibandingkan dengan langsung menghafalnya. Terlebih lagi banyak peserta didik yang cenderung menggunakan ”Sistem Kebut Semalam (SKS)” menjelang ujian, padahal cara belajar ini justru akan membebani peserta didik karena ia tidak akan mampu menghafal semua materi yang ada dan saat terjadi hal yang membuyarkan konsentrasinya, maka semua hafalan tersebut akan memudar. Oleh sebab itu seorang guru seharusnya mampu menanamkan cara belajar yang benar kepada peserta didiknya, yaitu dengan cara menerima dan kemudian memahami pelajaran tersebut. Bila perlu setelah menerima pelajaran di kelas peserta didik membaca ulang materi dan membuat catatan kecil agar lebih mudah untuk dibawa dan dipelajari lagi. Dengan terbiasa menggunakan cara belajar seperti itu, kecil kemungkinan para peserta didik akan mengalami kendala dalam memahami materi. Namun terlebih dahulu seorang guru juga harus dapat menyampaikan materi dengan urutan-urutan yang jelas sehingga peserta didik tidak akan merasa kebingungan dan akan lebih mudah untuk memahami serta menerapkan dalam bentuk contoh-contoh soal yang bervariasi. Misalnya pada saat menerangkan suatu rumus seorang guru juga harus menerangkan cara memperoleh rumus tersebut dan memberikan beberapa contoh soal dan penyelesaiannya terkait dengan rumus yang diberikan. Dalam menerangkan suatu materi, seorang guru dapat mencari contoh dari benda-benda yang ada disekitarnya dan seorang guru dapat menggunakan bantuan alat peraga untuk lebih memperjelas materi yang sedang dijelaskan. Untuk menguji tingkat pemahaman peserta didik, guru dapat menugaskan mereka untuk membuat beberapa contoh soal beserta jawabannya dan kemudian dikumpulkan untuk dinilai. Dengan adanya penilaian pada tugas yang dikerjakan oleh peserta didik akan memacu semangat pada peserta didik tersebut, apalagi jika nilai yang diperoleh memuaskan. Dengan demikian peserta didik akan menyukai pelajaran tersebut dan selalu berusaha untuk menyelesaikan lebih banyak soal. Semakin banyak latihan dalam mengerjakan soal-soal yang bervariasi, maka kemampuan peserta didik dalam menganalisis soal juga akan semakin mahir. Tingkat kesulitan soal yang dikerjakan juga dapat menentukan kemampuan peserta didik karena semakin sulit soal yang dapat diselesaikan berarti kemampuan peserta didik juga semakin meningkat.

 

Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s