DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Fungsi Kurikulum Januari 7, 2012

Filed under: REFLEKSI — desiana91 @ 2:56 pm

REFLEKSI : 1
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 1462
SEMESTER: V

FUNGSI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN

Kata “kurikulum” tentu sudah tidak asing lagi kita kenal dalam dunia pendidikan. Kurikulum memegang peran yang sangat penting dalam menimgkatkan kualitas pendidikan suatu negara. Apabila pendidikan diumpamakan sebagai olahraga balap motor dan peserta didik sebagai pembalap, maka kurikulum merupakan lintasan atau jalur yang harus ditempuh oleh pembalap agar dapat sampai ke garis finish. Secara sederhana kurikulum dapat diartikan sebagai acuan bagi peserta didik dalam menjalani pendidikan. Setiap pemerintah akan senantiasa berlomba untuk memajukan kualitas pendidikan di negaranya, salah satunya adalah dengan menyempurnakan kurikulum pengajaran dari waktu ke waktu. Setiap perubahan pada kurikulum tentu saja akan membawa dampak yang berbeda pada kualitas lulusan. Walaupun perubahan kurikulum dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi tidak sedikit peserta didik yang justru mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan kurikulum yang ada. Apabila dilihat dari fungsinya, kurikulum juga dikenal dalam dunia perusahaan namun dengan nama yang berbeda. Kurikulum dapat berupa: (a) rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (b) pelaksanaan kurikulum, suatu proses pendidikan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan; (c) evaluasi kurikulum, merupakan penilaian dari hasil pendidikan yang telah dilaksanakan. Fungsi kurikulum dikategorikan berbeda sesuai dengan pandangan para pakarnya. Menurut Alexander Inglish, fungsi kurikulum dapat dibagi menjadi enam, yaitu: 1. Fungsi penyesuaian, menyangkut kemampuan individu untuk beradaptasi secara dinamis seiring dengan perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Kemampuan beradaptasi ini tentu saja sangat diperlukan bagi peserta didik karena perubahan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Apabila peserta didik dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang terjadi, maka mereka akan dapat lebih mudah dalam menjalani kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kurikulum harus dapat mengantarkan siswa agar mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial masyarakat; 2. Fungsi Integrasi, kurikulum harus dapat mengembangkan pribadi peserta didik secara utuh (terintegrasi) baik dalam kemampuan kognitif, afektif ataupun psikomotor. Karena individu merupakan bagian dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi akan membantu pembentukan masyarakat yang utuh; 3. Fungsi Diferensiasi, dalam hal ini kurikulum berfungsi untuk memberikan pelayanan terhadap perbedaan di antara setiap orang yang ada di masyarakat. Pada dasarnya, diferensiasi akan mendorong orang berfikir kreatif dan kritis, sehingga akan mendorong pada kemajuan dalam masyarakat; 4. Fungsi Kesiapan, kurikulum memegang peran dalam mempersiapkan peserta didik untuk menjalani pendidikan dalam tahapan yang lebih tinggi. Kurikulum harus dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak untuk dapat meneruskan pendidikan. Setiap peserta didik tentu saja memerlukan kesiapan untuk menjalani pendidikan dalam jenjang yang lebih tinggi. Salah satunya dalah dengan penanaman konsep-konsep yang matang mengenai materi yang dapat dijadikan bekal dalam menjalani pendidikan berikutnya. Jika peserta didik tidak memiliki kesiapan yang baik untuk menjalani pendidikan dengan tingkatan yang lebih tinggi, maka itu akan dapat menjadi salah satu penghambat bagi mereka dalam menerima pelajaran; 5. Fungsi Pemilihan, dalam hal ini kurikulum memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih hal yang diinginkan dan yang menarik minatnya sehingga setiap peserta didik dapat belajar sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya; 6. Fungsi Diagnostik, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk mampu memahami dan menerima semua kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya, sehingga dapat mengembangkan secara optimal seluruh potensi yang dimilikinya. Fungsi kurikulum dalam dunia pendidikan meliputi: (1) Fungsi Kurikulum Dalam Rangka Mencapai Tujuan Pendidikan, setiap negara memiliki pendidikan yang berbeda karena filsafat dan tujuan tertentu yang dipengaruhi beberapa faktor seperti agama, idiologi, kebudayaan dan kebutuhan negara. Berdasarkan fungsi ini kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, merupakan program yang harus diljalankan oleh pendidik dan peserta didik serta menjadi pedoman bagi pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar-mengajar agar dapt mencapai hasil yang maksimal; (2) Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan, dalam hal ini kurikulum dapat dijadikan pedoman dalam menentukan serta mengetahui cara menyelenggarakan jenis-jenis program yang harus dilaksanakan di sekolah, contohnya ekstrakurikuler dan kegiatan pemantapan menjelang ujian; (3) Fungsi Kurikulum Bagi Guru, dapat menjadi pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasikan pengalaman kerja kepada peserta didik serta dapat dijadikan pedoman dalam mengevaluasi perkembangan peserta didiknya dalam hal pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan; (4) Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah, menjadi barometer atas keberhasilan yang berhasil dicapai oleh peserta didik di sekolah yang ia pimpin. Kepala sekolah diharapkan dapat memantau semua kegiatan yang dilaksanakan di sekolah agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku; (5) Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas, dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat menyempurnakan dan meningkatkan mutu pendidikan; (6) Fungsi Bagi Masyarakat, melalui kurikulum masyarakat dapat mengetahui apakah pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dibutuhkan di masyarakat sudah sesuai dengan kurikulum di sekolah atau belum. Masyarakat juga dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja; (7) Fungsi Bagi Pemakai Lulusan, perusahaan dapat memakai lulusan yang baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas pada perusahaannya. Dengan melihat kedua pengklasifikasian fungsi kurikulum di atas, maka dapat disimpulkan bahwa fungsi kurikulum menurut Alexander Inglish lebih mengarah secara khusus kepada individu dan objek tertentu, sedangkan fungsi kurikulum dalam pendidikan lebih mengarah secara umum.

 

Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s