DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Peraturan Kurikulum Januari 7, 2012

Filed under: REFLEKSI — desiana91 @ 2:46 pm

REFLEKSI : KELOMPOK 2
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 1462
SEMESTER : V (lima)

PERATURAN KURIKULUM

Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dapat lepas dari pengertian kurikulum, posisi kurikulum dalam pendidikan, dan proses pengembangan suatu kurikulum. Pengertian kurikulum menurut Saylor J. Gallen & William N. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning” menyatakan kurikulum adalah “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun diluar sekolah”. Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa keberadaan kurikulum sangatlah penting, baik itu bagi guru, kepala sekolah dan peserta didik. Selain sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar bagi guru, kurikulum dapat menjadi pedoman pelajaran bagi peserta didik. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. Kurikulum memiliki peraturannya sendiri, dan peraturan kurikulum inilah yang melandasi adanya kurikulum. Hal yang perlu dipertegas dalam hal ini adalah kurikulum yang ada mengacu pada UU dan bukan sebaliknya. Walaupun terjadi perubahan UU, kurikulum yang ada belum tentu mengalami perubahan. Hal-hal yang melandasi perlunya kajian tentang peraturan kurikulum itu adalah:Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, yaitu PP Nomor 19/2005 pasal 17 Ayat 1, Permendiknas 22,23, dan 24 tahun 2006, yaitu Permendiknas Nomor 22 tahub 2006 tentang Standar Isi ( SI ), Permendiknas No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKl), dan Permendiknas nomor 24 tentang Pelaksanaan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Rencana Pembangunan jangka Menengah 2004-2009 dan Renstra Depdiknas 2000-2009 atau Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Setiap perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah harus disertai dengan diadakannya survei ke lapangan untuk meninjau langsung sejauhmana pengaruh kurikulum tersebut terhadap peningkatan kualitas di dunia pendidikan. Apabila telah terbukti bahwa kurikulum tersebut tidak dapat membuahkan hasil yang maksimal dalam peningkatan mutu pendidikan, barulah pemerintah dapat melakukan perubahan kurikulum. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah Peningkatan iman dan takwa,tuntunan dunia kerja,perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,dinamika perkembangan global,keragaman potensi daerah dan lingkungan serta keragaman potensi daerah. Karena itu pemerintah tidak dapat menetapkan peraturan kurikulum yang sama pada semua wilayah di Indonesia. Peraturan tersebut haruslah berbeda pada setiap otonomi daerah, dengan memperhatikan beberapa hal, seperti: (a) situasi sekolah, dalam menetapkan kurikulum pemerintah perlu memperhatikan kondisi sekolah agar kurikulum yang ada nantinya tidak akan justru menyengsarakan peserta didik; (b) kebutuhan peserta didik dan guru, dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan guru kurikulum yang ada tentu saja akan dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Namun jika tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan guru, maka kurikulum itu akan menjadi sia-sia; (c) masalah yang dihadapi sekolah, pemerintah perlu meninjau masalah apa yang sedang dihadapi sekolah agar nantinya perbaikan kurikulum benar-benar dapat membantu masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan; (d) kompetensi guru, pemerintah tidak dapat memaksakan setiap guru harus memiliki standar yang sama dalam memberikan pelajaran kepada peserta didiknya. Pemerintah harus dapat memahami bahwa setiap guru memiliki kompetensi yang berbeda pada dirinya. Kurikulum yang ada harus dapat disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki oleh guru. Seorang guru yang nantinya akan melaksanakan kurikulum di kelas melalui proses belajar mengajar, dipandang perlu mengetahui dan memahami kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia Jangan sampai kurikulum yang ada justru tidak dapat dipahami oleh guru. Jika seorang guru sudah tidak dapat memahami kurikulum yamg berlaku, tentu saja penyampaian materi kepada peserta didiknya tidak akan maksimal. Kurikulum disusun agar dunia pendidikan dapat memenuhi tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Jika masyarakatnya berubah,maka kurikulumnya juga harus ikut berubah. perubahan kurikulum dapat terjadi kapan saja. Salah satu kebutuhan yang harus diperhatikan dalam kurikulum adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku kehidupan masyarakat,berbangsa dan bernegara. Jangan sampai kurikulum yang ada justru mengalami ketinggalan dibandingkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik, maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. Hal inilah yang akhirnya menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. Padahal dalam kenyataannya, kejujuran, kerja keras, disiplin, taat terhadap aturan dan menghormati hak orang lain sangat perlu ditumbuhkan dalam bersaing di dunia kerja.

 

Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s