DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Perkembangan Matematika Januari 7, 2012

Filed under: REFLEKSI — desiana91 @ 3:01 pm

REFLEKSI : KELOMPOK 7
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 09.8.03.51.30.15.1462
SEMESTER : IV

PERKEMBANGAN PENGAJARAN MATEMATIKA

Setiap orang tentu saja memiliki cara pandang yang berbeda terhadap matematika. Walaupun tidak semua orang menyukai pelajaran matematika, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering kali bertemu dengan matematika, baik dalam pembelajaran formal maupun pelajaran non-formal. Seperti yang telah dibahas terdahulu, matematika dikatakan sebagai alat bantu dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai pelayan dan dasar bagi ilmu-ilmu lain, seperti fisika, astronomi, kimia, biologi, geologi, dan semua cabang ilmu lainnya. Itulah sebabnya matematika memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan akan selalu mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan dan kebutuhan zaman. Pada dasarnya pengajaran matematika pada masing-masing negara memiliki perbedaan, misalnya pengajaran matematika di Indonesia dengan pengajaran matematika di luar negeri. Pengajaran matematika itu sendiri memiliki perbedaan karena pola pikir, situasi dan kondisi orang Indonesia yang memang berbeda dengan orang di luar negeri. Pada pengajaran matematika di Indonesia, para siswa telah ditargetkan untuk dapat menyelesaikan materi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan standar yang telah ditetapkan. Selanjutnya saat menerima atau menjalani kegiatan belajar, siswa hanya berpikir untuk dapat memecahkan atau menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, proses latihan (drill) jauh lebih diutamakan dibandingkan dengan bahan yang diajarkan. Berbeda dengan pengajaran matematika di luar negeri yang justru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih sendiri hal-hal yang ia senangi dalam pelajaran tersebut, namun jalannya pembelajaran tersebut tetap terarah. Saat siswa diberikan soal, ia cenderung akan berpikir atas dasar apa soal itu dibuat dan kenapa soal tersebut bisa dibuat. Dalam menghadapi suatu masalah, mereka lebih sering menyelipkan kata ”kenapa” dalam pola pikir mereka. Dengan sistem pengajaran seperti ini, materi-materi yang ada akan mereka dapatkan sendiri dari kesimpulan atas sebuah penelitian yang kemudian melahirkan teori-teori. Hal ini jelas sangat berbeda dengan pengajaran di Indonesia yang berdasarkan pada materi yang telah memuat beberapa teori dan kemudian diteliti. Contoh lain misalnya pada saat kita dihadapkan pada sebuah pohon kelapa yang tumbuh subur di tepi pantai, kita sebagai orang Indonesia akan berpikir mengenai bagaimanakah rasa buah kelapa tersebut, apakah buah kelapa tersebut dapat diolah atau bahkan berapakah harga buah kelapa itu jika dijual. Namun saat orang asing (dari luar negeri) yang dihadapkan pada pohon kelapa tersebut, mereka akan berpikir mengapa pohon kelapa tersebut dapat tumbuh begitu tinggi dibandingkan dengan pohon-pohon lain dan kenapa pohon kelapa di tepi pantai tumbuh lebih subur dibandingkan dengan pohon kelapa di daerah dataran yang lebih tinggi. Dari contoh itulah kita dapat melihat dengan jelas perbedaan pola pikir kita yang sebagai bangsa Indonesia dengan mereka yang berasal dari luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan pengajaran matematika yang ditetapkan di Indonesia memiliki perbedaan dengan pengajaran matematika di luar negeri. Namun dari segi materi, Indonesia telah mengadopsi hampir 80% dari materi-materi di luar negeri. PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) mengadopsi metode dari RME (Realistic Mathematic Education) yang ada di Belanda dengan memilah dan mengembangkan metode tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi di Indonesia. Dalam mengadopsi metode dari RME, PMRI telah memperhatikan seberapa besar pengaruh metode tersebut terhadap kemajuan negara lain. Seiring dengan perkembangan zaman, pengajaran matematika di Amerika Serikat mengalami pembaharuan. Pengajaran matematika tradisional mulai diubah menjadi pengajaran matematika modern. Hal ini karena matematika tradisional dinilai memiliki beberapa kelemahan, antara lain: (a) lebih mengutamakan keterampilan berhitung, latihan (drill) dan hafalan daripada pengertian, sehingga siswa dapat mengetahui cara menyelesaikan soal tetapi tidak dapat mengetahui mengapa soal tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang ia gunakan. Hal inilah yang membuat siswa harus menerima urutan suatu operasi tanpa alasan yang jelas; (b) penggunaan bahasa dan istilah dalam matematika tradisional belum tepat, misalnya dalam matematika tradisional kita sering menyebutkan “luas segitiga”, namun yang seharusnya adalah “luas daerah segitiga” karena segitiga tidak mempunyai luas. Selain itu dalam penulisan himpunan tanda kurung yang digunakan bukanlah kurung biasa melainkan kurung kurawal; (c) matematika tradisional masih menggunakan konsep-konsep lama, seiring perkembangan zaman dan teknologi matematika selalu tumbuh dan berkembang sehingga konsep-konsep lama seharusnya sudah digantikan oleh konsep-konsep baru yang lebih baik; (d) Guru dianggap sebagai gudang ilmu, dalam hal ini guru mengajarkan siswanya dan langsung membuktikan dalil-dalil serta memberikan contoh kepada siswanya. Hal ini tentu saja akan membuat siswa menjadi pasif dan hanya meniru cara-cara yang diberikan oleh guru. Dalam buku “Dasar-Dasar Matematika Modern dan Komputer untuk Guru”, Ruseffendi mengemukakan bahwa istilah matematika modern merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “Modern Mathematic” dan di Amerika Serikat dikenal dengan nama “New Mathematics”. Pembaharuan program matematika tradisional menjadi matematika modern meliputi cara penyampaian materi dan penambahan beberapa materi baru. Dalam pengajaran matematika modern memuat materi-materi baru yang penekanannya masih kurang dalam matematika tradisional atau bahkan yang belum ada dalam matematika tradisional, seperti aljabar linier dan struktur aljabar. Tujuan dari pengajaran matematika modern agar siswa dapat belajar berpartisipasi aktif dan kreatif dalam menemukan hal-hal baru. Selain itu siswa diharapkan tidak dapat menerima begitu saja dalil-dalil yang ada, tetapi siswa juga harus mampu membuktikan dalil-dalil tersebut. Perubahan pengajaran matematika yang awalnya terjadi di Amerika Serikat ini telah memberikan pengaruh besar pada pengajaran matematika di dunia. Program pengajaran matematika modern mulai diikuti oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Walaupun demikian, setiap negara tetap memiliki pengajaran matematika modern yang bervariasi.

 

2 Responses to “Perkembangan Matematika”

  1. uyayan Says:

    betul itu…
    pola pikir kita harus berubah kalau ingin lebih maju..
    jangan bisanya cuma copas aja..

    oia ini kunjungan perdana saya,,salam persahabatan dan sukses slalu..


Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s