DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Asas Sosiologi Kurikulum Januari 21, 2012

REFLEKSI KELOMPOK 4
NAMA : NI LUH DESI ANA
NPM : 1462
SEMESTER : V

ASAS SOSIOLOGIS KURIKULUM

Tiap masyarakat mempunyai norma dan adat kebiasaan yang harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya, lalu dinyatakannya dalam kelakuan. Corak nilai adat istiadat yang dianut masyarakat tertentu akan berbeda dengan masyarakat lainnya. inilah yang membuat setiap anak memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda dan harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. Karena sekolah merupakan institusi sosial yang didirikan dan ditujukan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat, maka kurikulum sekolah dalam penyusunan dan pelaksanaannya banyak dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial yang berkembang dan selalu berubah di dalam masyarakat. Dengan demikian program pendidikan yang dirancang untuk membina kompetensi peserta didik, tak bisa lepas dari aspek sosial budaya masyarakatnya. Selain itu, perubahan masyarakat akibat perkembangan IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) merupakan faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum merupakan suatu rancangan pendidikan yang memiliki kedudukan cukup penting dalam seluruh kegiatan pendidikan, juga menentukan proses pelaksanaan dan hasil pendidikan. Penyususnan kurikulum tidak dapat dikerjakan secara sembarangan, mengingat pentingnya peran kurikulum di dalam pendidikan perkembangan kehidupan manusia secara umum. Karena masyarakat merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum, masyarakat dijadikan salah satu asas dalam kurikulum. Asas tersebut dikenal dengan asas sosiologis. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antar individu dengan individu, antar golongan, lembaga sosial yang disebut juga ilmu masyarakat. Dunia sekitar merupakan lingkungan hidup bagi manusia. Masyarakat merupakan kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama hingga mereka mengatur diri mereka sendiri dan menganggap sebagai suatu kesatuan sosial. Masyarakat dapat merupakan lingkungan dekat tempat sekolah itu berada, yang mempunyai ciri-ciri tersendiri mengenai letak geografis, penduduk adat istiadat, mata pencaharian, sejarah, dan sebagainya. Pengenalan tentang lingkungan dekat sangat berharga bagi anak sebagai dasar untuk mengenal lingkungan yang lebih luas.Di sini berarti asas sosiologis akan memberikan pijakan yang mendasar untuk memberikan apa yang cocok dipelajari para peserta didik, bagaimana mempelajari bahan tersebut sehingga membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan dan tuntutan kebutuhan masyarakat, baik diamati dan perkembangan sosial budayanya maupun di amati dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini suatu kurikulum mencerminkan cita-cita, keinginan dan kebutuhan masyarakatnya. Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum para pengembang kurikulum hendaknya merujuk pada lingkungan atau dunia dimana mereka tinggal, merespon terhadap berbagai kebutuhan yang dilontarkan atau diusulkan oleh beragam golongan dalam masyarakat. Sangat banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipilah-pilah, disaring dan diseleksi agar menjadi suatu keputusan yang tepat dalam pengembangan kurikulum. Kompleksitas kehidupan dalam masyarakat disebabkan oleh dalam masyarakat terdapat tata kehidupan yang beraneka ragam, kepentingan antar individu berbeda-beda dan masyarakat selalu mengalami perkembangan. Setiap perkembangan yang terjadi dalam kurikulum harus relevan dengan kebudayaan masyarakatnya. Melalui pendidikan anak-anak dapat menyerap unsur-unsur kebudayaan melalui proses akulturasi atau sosialisasi agar mereka dapat hidup menuruti cara-cara yang diinginkan oleh masyarakat. Kemajuan teknologi yang mempermudah komunikasi dan transportasi antarbangsa membawa perubahan dalam segala aspek kebudayaan. Selain itu kemajuan teknologi menciptakan kota-kota metropolitan, dimana manusia mudah kehilangan jati diri atau identitas dan makna hidupnya. Teknologi juga memberikan daya luar biasa kepada manusia berupa tenaga atom yang dapat digunakan untuk memakmurkan atau menghancurkan umat manusia. Dalam keadaan yang serba dinamik itu sukar menentukan aspek apa dari kebudayaan yang perlu dilestarikan dan diteruskan kepada generasi muda dan aspek perubahan apa yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum. Biasanya perubahan teknologi jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengikuti dalam aspek sosial, moral dan etis. Perkembangan kebudayaan masyarakat terhadap kemajuan dunia teknologi juga harus senantiasa diikuti dengan perkembangan kurikulum. Jangan sampai kurikulum yang berlaku justru tidak sesuai untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakatnya. Perubahan yang terjadi di masyarakat justru membuat kepelikan dalam perkembangan kurikulum. Setiap saat masyarakat mengalami perubahan, kurikulum yang ada juga harus mampu mengimbangi perubahan tersebut. Namun demikian, tak berarti program pendidikan hanya berorientasi kepada tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat tanpa menghiraukan kebutuhan peserta didik sebagai pribadi yang mandiri. Keseimbangan antara kurikulum dengan kepentingan peserta didik sebagai individu yang unik dengan kepentingan peserta didik sebagai anggota masyarakat. Pendidikan yang terlalu memusatkan pada kepentingan masyarakat akan membuahkan beberapa kelemahan dalam perkembangan pendidikan. Misalnya, program pendidikan yang dilakukan kurang menghiraukan perkembangan peserta didik sebagai pribadi yang unik dan mandiri. Ini berarti, pendidikan harus menjaga keseimbangan kurikulum dengan menyajikan program antara kepentingan masyarakat dengan program yang mengarah pada orientasi ke depannya serta memperhatikan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan peserta didik secara pribadi.

 

3 Responses to “Asas Sosiologi Kurikulum”

  1. uyayan Says:

    ternyata kurikulum itu begitu penting..
    yang menyusunya harus orang yang benar benar ahli…

  2. lilin Says:

    oke…. saling berbagi ilmu ya…


Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s