DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

METODOLOGI PENELITIAN Mei 3, 2012

Filed under: Uncategorized — desiana91 @ 2:51 pm

NAMA       : NI LUH DESI ANA

NPM           : 09.8.03.51.30.15.1462

PRODI       : MATEMATIKA

SMSTER    : VI

MATERI    : METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. II.      METODE DAN DISAIN PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Peranan Metode dalam Penelitian

Secara etimologi, metode berarti jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Ini berarti, tercapai atau tidaknya suatu tujuan yang diinginkan sangat tergantung pada metode yang digunakan. Berdasarkan pengertian di atas, metode penelitian adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian.

Salah satu tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Tujuan akhir dari dilakukannya penelitian adalah untuk memperoleh kebenaran. Hanya dengan cara atau metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah kita dapat memperoleh suatu pengetahuan yang baru dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Syarat-syarat metode penelitian

Beberapa syarat metode penelitian, yaitu:

  1. Mampu menghasilkan data yang objektif

Suatu data dikatakan objektif jika data tersebut menunjukkan sesuatu yang apa adanya.

  1. Mampu menghasilkan data yang valid

Suatu data dikatakan valid jika data tersebut memiliki kesesuaian yang tinggi dengan kenyataan yang ada.

  1. Mampu menghasilkan data yang reliable

Suatu data dikatakan reliable jika data tersebut memiliki ketetapan yang tidak berubah pada setiap waktu.

Istilah lain yang hampir sama dengan istilah metode penelitian adalah metodologi penelitian, yang berarti ilmu yang mempelajari prihal metode-metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian.

DISAIN PENELITIAN

Disain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan sesuai dengan tujuan penelitian. Beberapa manfaat dari disain penelitian,yaitu memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya, menentukan batas-batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian serta memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dan juga memberikan gambaran mengenai masalah yang mungkin dihadapi.

Disain penelitian yang banyak kita temui adalah disain survey, disain case study dan disain eksperimen.

  1. Disain survey.

Penelitian survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar dengan cara mewawancarai  sebagian kecil dari populai tersebut. Keberhasilan suatu survey bergantung pada banyak orang yang dijadikan sampel, sejauhmana sampel itu mewakili kelompok yang diselidiki dan tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel.

  1. Disain case study

case study merupakan bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial atau mengenai perkembangan sesuatu. Bahan case study dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti laporan hasil pengamatan, buku harian atau biografi seseorang, dll.

  1. Disain eksperimen.

Pada disain eksperimen terdapat kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang secara sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu. Selain itu ada juga kelompok control, yaitu  kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel itu.

Beberapa jenis disain eksperimen

  1. Disain eksperimen berdasarkan perbedaan

Dalam hal ini lebih mengarah pada perbedaan yang terdapat pada objek yang akan diamati. Kelemahan dalam disain ini adalah sulitnya membentuk dua kelompok yang sama dalam semua hal yang ditentukan, kemungkinan perbedaan disebabkan oleh faktor-faktor lain dan tidak adanya pembuktian yang jelas bahwa perbedaan ciri itu merupakan sebab perbedaan pendirian tersebut.

  1. Disain post-eksperimen

Dalam disain ini dilakukan pemilihan kelompok yang sama atau hampir sama melalui prosedur penjodohan, yang satu dijadikan kelompok eksperimen dan yang lainnya dijadikan kelompok kontrol.

  1. Disain pra dan post-eksperimen.

Dalam disain ini dibentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dijodohkan. Sebelum percobaan, kedua kelompok dipelajari untuk memperoleh data kuantitatif untuk membandingkannya. Setelah itu diadakan observasi dan pengukuran untuk mengetahui perubahan yang terjadi atas pengaruh variabel eksperimen itu. Dengan melakukan perbandingan kedua kelompok, maka akan didapat kesimpulan tentang dampak variabel eksperimen itu.

 

  1. III.        METODE SAMPLING

POPULASI

Populasi suatu penelitian adalah keseluruhan subjek yang harus diselidiki dalam melaksanakan suatu penelitian. Misalkan suatu penelitian dengan judul : “ Pengaruh Penayangan Film-Film Horror Pada Beberapa Stasiun Televisi Swasta Terhadap Perkembangan Sikap Dan Tingkah Laku Anak-Anak Sekolah Dasar Di Provinsi Bali”. Dalam judul penelitian tersebut, yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali. Andaikan jumlah anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali adalah 100.000 orang, maka besar populasi dalam penelitian adalah 100.000 orang.

SAMPEL

Sebagian dari seluruh anggota populasi yang akan diteliti disebut sampel. Pengambilan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetap harus mengikuti teknik-teknik tertentu agar sampel yang dipilih benar-benar dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel harus memperhatikan tujuan penelitian dan sifat serta keadaan populasi. Kesalahan dalam pengambilan sampel dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Menurut beberapa pakar penelitian menyebutkan bahwa semakin besar sampel yang diambil, semakin baik sampel tersebut. Besarnya sampel yang diambil dari populasi yang sangat homogen tidak akan berpengaruh terhadap hasil penelitian. Sedangkan untuk pengambilan sampel dari populasi yang heterogen harus mempertimbangkan beberapa faktor agar diperoleh sampel yang dapat mewakili populasi (representatif).

Misalkan seorang mahasiswa akan mengadakan penelitian tentang kadar amoniak yang terdapat dalam air pada satu kolam renang penyu dewata. Populasi penelitian ini adalah semua air yang terdapat pada kolam renang penyu dewata. Dalam hal ini populasi tersebut cukup homogeny karena kadar amoniak dalam setiap bagian air yang terdapat pada satu kolam renang sama. Bila sampel yang diambil sebesar 10 m3 air, tidak akan memberi hasil yang berbeda dengan pengambilan sampel 10 mm3 dari kolam renang tersebut.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam penelitian adalah subjek penelitian, objek penelitian dan tempat penelitian. Subjek penelitian adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki. Objek penelitian adalah setiap gejala atau peristiwa yang akan kita selidiki, baik itu gejala alam atau gejala kehidupan. Sedangkan tempat penelitian adalah lokasi dimana penelitian itu dilaksanakan.

GEJALA DAN VARIABEL

Dari satu gejala kita dapat menarik satu atau lebih variabel. Misalnya suatu penelitian dengan judul “ Suatu Study Tentang Pengajaran Matematika Di Sekolah Dasar Saraswati Denpasar Tahun Pelajran 1996/1997”. Gejala dalam penelitian tersebut adalah pengajaran matematika di SD Saraswati Denpasar. Sebagai variabelnya dapat dipilih metode pengajaran, hambatan yang dihadapi, dll.

Macam- Macam Sampling.

  1. A.            Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memberi kemungkinan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Yang termasuk dalam teknik sampling ini adalah:

  1. 1.             Sampling Acakan (random sampling)

Suatu cara untuk memilih sampel tanpa pilih-pilih sehingga memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk dipilih. Teknik random sampling yang sering digunakan adalah dengan teknik undian, dengan teknik ordinal (undian berdasarkan nomor urut kelipatan tertentu) dan dengan memakai tabel bilangan random.

  1. 2.             Proportional Stratified Random Sampling

Teknik ini terdiri dari proporsional sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian yang terdapat pada populasi), stratified sampling (memperhatikan lapisan yang ada pada populasi) dan random sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian dalam populasi dan penunjukkan dilakukan secara acak).

  1. 3.             Disproportional Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan besar kecilnya perimbangan yang terdapat pada lapisan dalam populasi.

  1. 4.             Area atau cluster Sampling

Area sampling dan cluster sampling sesungguhnya tidak dapat dikatakan sama. Area sampling lebih menekankan pada sampling wilayah., sedangkan cluster sampling memandang populasi yang terdiri atas kelompok dan bukan individu.

  1. B.            Non- Probability Sampling

Non- Probability sampling dapat dengan mudah dilakukan, namun hasilnya tidak dapat berlaku bagi seluruh anggota populasi. Yang termasuk teknik sampling jenis ini adalah:

  1. 1.             Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah yang diinginkan. Keuntungan metode ini adalah pelaksanaannya mudah dan cepat, sedangkan kelemahannya adalah adanya kecendrungan memilih orang yang mudah didekati peneliti sehingga pemilihan sampel tidak representatif.

 

  1. 2.             Sampling Aksidental

Sampling aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan dijumpai. Sampel yang digunakan tidak mencerminkan keadaan populasi sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Keuntungan dari metode ini adalah murah, mudah dan cepat dilakukan.

  1. 3.             Purposive Sampling

Purposive Sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel. Keuntungan dari metode ini adalah relative murah dan mudah dilakukan. Kelemahannya tidak dapat menjamin bahwa sampel yang diperoleh bersifat respresentatif.

  1. 4.             Saturation Sampling ( sampling jenuh)

Sampling dikatakan jenuh jika seluruh populasi dijadikan sampel. Sampling jenuh dapat dlakukan untuk populasi kecil. Tetapi untuk populasi besar (lebih dari 100) penggunaan sampling jenuh kurang praktis.

  1. 5.             Snowball Sampling

Dalam pelaksanaan sampling ini peneliti mulai dari kelompok yang kecil, kemudian setiap anggota kecil itu menyebutkan kawannya masing-masing dan begitu juga selanjutnya. Sampling ini dipilih jika ingin menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab.

Pertimbangan- pertimbangan dalam memilih metode Sampling:

  1. Tujuan Penelitian.
  2. Pengetahuan peneliti tentang populasi.
  3. Kesediaan untuk menjadi anggota sampel.
  4. Jumlah biaya.
  5. Besar populasi
  6. Fasilitas pendukung yang tersedia.

 

  1. IV.        METODE PENGUMPULAN DATA

Kualitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurannya. Alat pengambil data (instrumen) yang baik adalah yang sudah valid. Bentuk dan jenis alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian ditentukan oleh metode pengumpulan data yang digunakan. Sedangkan penetapan metode pengumpulan data didasarkan atas pertimbangan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

 

JENIS-JENIS METODE PENGUMPULAN DATA

  1. Observasi

Observasi adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan mengadaan pengamatan pada suatu kejadian yang terjadi dan pencatatan secara sistematis. Syarat-syarat observasi, yaitu harus mengarah pada tujuan penelitian yang dirumuskan, mempergunakan rencana yang sistematis, meteri observasi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil observasi harus dapat dikontrol validitas dan realibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan observasi:

  1. Berdasarkan rencana kerja petugas observasi, terdiri dari observasi berstruktur dan observasi tak berstruktur.
  2. Berdasarkan kedudukan petugas observasi, terdiri dari observasi partisipasi, observasi non-partisipasi dan observasi kwasi partisipasi.

Dalam menggunakan teknik observasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi observasi, menentukan jenis observasi yang dipakai, menentukan teknik pencatatan serta menentukan waktu dan tempat observasi.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat observer, sukar diterapkan pada situasi kompleks dan pelaksanaannya dapat terganggu oleh peristiwa seperti bencana atau keadaan fisik observer yang tidak sehat.

  1. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan cara melakukan tanya jawab yang sistematis. Beberapa syarat wawancara sebagai metode ilmiah, yaitu kegiatan wawancara harus mengarah pada tujuan penelitian yang sedang dirumuskan, harus menggunakan rencana yang sistematis, materi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil wawancara harus dapat dikontrol validitas dan relibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan wawancara:

  1. Berdasarkan materi wawancara, terdiri dari wawancara terpusat dan wawancara tak berpusat.
  2. Berdasarkan jumlah subjek yang diwawancarai, terdiri dari wawncara tunggal dan wawancara kelompok.
  3. Berdasarkan sumber informasi, terdiri dari wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

Dalam menggunakan teknik wawancara, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi wawancara, menentukan jenis wawancara, menetapkan teknik pencatatan, menetapkan subjek penelitian serta menetapkan waktu dan tempat penelitian.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat interviewer, kelancaran wawancara bergantung pada kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan dan proses wawancara mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar subjek.

  1. Korespondensi

Korespondensi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan surat berisikan pertanyaan atau permintaan kepada subjek penelitian. Surat yang dikirimkan terdiri atas surat pengantar yang berupa penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman dan pengharapan dari peneliti serta daftar pertanyaan.

Penggolongan korespondensi:

  1. Surat pribadi (personal letter), merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat hanya orang yang dikenalnya saja.
  2. Kuesioner, merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat terdiri dari orang yang dikenal dan tidak dikenalnya.

Kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner ragam isian (supply type) dan kuesioner ragam pilihan (selection type). kuesioner ragam isian terdiri dari kuesioner bentuk tertutup dan kuesioner bentuk terbuka, sedangkan kuesioner ragam pilihan terdiri dari bentuk pilihan rangkap dua dan bentuk pilihan rangkap ganda.

Sebelum menggunakan kuesioner, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan yaitu membuat surat pengantar, menyusun materi kuesioner, menentukan jenis kuesioner, menentukan subjek penelitian dan menyediakan fasilitas-fasilitas bagi subjek penelitian.

  1. Testa

Testa sebagai suatu metode penelitian adalah cara untuk memperoleh data yang berbentuk tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang atau sekelompok oran yang dapat menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang diperoleh ojrang lain atau suatu standar. Fungsi testa adalah untuk mengukur kemampuan dan sifat (ability and traitsI) dari seseorang atau sekelompok orang.

Sebagai suatu metode ilmiah, test harus memenuhi beberapa syarat yaitu tes tersebut harus meiliki validitas  yang baik,  harus memiliki  realibilitas  yang baik, harus memiliki objektifitas  yang mantap, harus memiliki daya beda yang baik, harus distandarisasi dan test harus mengungkapkan keseluruhan pengetahuan yang hendak diukur (kompherensif).

Penggolongan testa:

  1. Berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti, terdiri dari testa individual dan testa kelompok.
  2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminta, terdiri dari testa verbal dan testa non verbal.
    1. Berdasarkan tujuan penyelenggaraannya, terdiri dari testa kecepatan dan testa kemampuan.
    2. Berdasarkan fungsinya, terdiri dari test intelegensi, test bakat, test sekolah dan test kepribadian.
    3. Pencatatan Dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Beberapa contoh dokumen antara lain tulisan-tulisan (prasasti dan lontar), karangan (buku dan kamus), catatan (biografi dan laporan pendidikan), lembaran negara, bulletin, dan lain-lain.

Tata cara yang harus dilakukan untuk pengambilan dokumen sebagai sumber data yaitu mengadakan evaluasi, meninjau batas waktu penerbitannya, meninjau validitas sumbernya dan meninjau pribadi penulisnya.

 

  1. V.           PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI

PENGOLAHAN DATA

Pada umumnya pengolahan data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengolahan tahap deskriptif dan pengolahan tahap inferensial. Tujuan diadakannya pengolahan data adalah sebagai dasar untuk mengadakan generalisasi dari kondisi yang bersifat khusus sehingga diperoleh kondisi yang bersifat umum.

Metode pengolahan data dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis sehingga mendapat suatu kesimpulan umum. Dalam menyusun data secara sistematis, ada beberapa teknik yang digunakan yaitu teknik induksi, teknik argumentasi dan teknik spekulasi.

  1. Metode komparatif

Metode komparatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara mengadakan perbandingan secara sistematis dan terus-menerus sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Mengadakan bandingan secara sistematis artinya adalah mengadakan perbandingan dengan aturan tertentu. Sedangkan mengadakan bandingan secara terus-menerus artinya mengadakan perbandingan sejak awal hingga akhir pembahasan.

  1. Metode analisis

Metode analisis adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan suatu teknik analisa tertentu sehingga diperoleh suatu tesa. Metode analisis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. Analisis Statistik

Analisis statistik adalah suatu analisis data yang menggunakan rumus matematika yang telah tersedia pada buku statistik. Statistik dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khas, yaitu statistic selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuantitatif), statistik bersifat objektif dan statistik bersifat universal.

Statistik sebagai teknik analisis data memiliki tiga fungsi, yaitu:

(a) Generalisasi sifat dan kemampuan

Sifat dan kemampuan individupada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus-rumus tertentu seperti tendensi sentral (central tendency) dan standar deviasi (standard deviation).

(b) Generalisasi hubungan

Hubungan antara dua gejala atau lebih yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus tertentu seperti korelasi product moment, korelasi rank order dan korelasi kontingensi

(c) Generalisasi perbedaan

Perbedaan individu yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan menggnakan rumus tertentu seperti t- test, chi- square dan analisa varian.

  1. Analisis Non-Statistik

Secara garis besar analisis non-statistik dapat dibedakan menjadi analisis filosofis dan analisa proses.

 

INTEPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Interpretasi terhadap hasil pengolahan data dilakukan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

Contoh 1 : suatu penelitian korelasional yang menggunkan rumus “product moment”. Ini adalah salah satu bentuk teknik analisis statistic yang banyak digunakan dalam suatu penelitian.

Terhadap angka indeks korelasi (r) yang diperoleh dari perhitungan kita dapat memberikan penafsiran tertentu. Dalam hal ini ada dua macam cara yang dapt ditempuh, yaitu:

  1. Interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product moment itu dilakukan secara kasar dengan cara sederhana.
  2. Intepretasi yang diberika dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada table nilai r product moment.

Pemberian interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r”  product moment  dengan cara berkonsultasi pada table nilai “r”  product moment. Cara ini dipandang lebih teliti dibandingkan dengan cara di atas.

Bila cara kedua yang kita gunakan, maka prosedur yang harus dilalui adalah :

  1. Merumuskan hipotesis alternative (Ha) dan hipotesis nihil (H0).
  2. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari Ha danH0.

Menguji kebenaran atau kepalsuan dari H0 dilakukan dengan membandingkan besarnya nilai “r” yang diperoleh dalam perhitungan dengan besarnya nilai “r” yang terdapat dalam table nilai “r”  product moment, dengan terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db) atau  degrees of freedom (df) dengan rumus:  df = N –nr

Keterangan :  df = degrees of freedom

N = number of case

nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan.

Dengan diperolehnya df, maka besarnya nilai “r” yang terdapat pada tabel dapat ditentukan. Jika rhitung  r tabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative diterima. Ini berarti memang terjadi korelasi positif yang signifikan antara variabel x dan y.

Dengan menggunakan rumus dan cara yang serupa, interpretasi hasil pengolahan data yang menggunakan teknik analisis statistik lainnya dapat diselesaikan.

 

 

 

NAMA       : NI LUH DESI ANA

NPM           : 09.8.03.51.30.15.1462

PRODI       : MATEMATIKA

SMSTER    : VI

MATERI                : METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. II.      METODE DAN DISAIN PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Peranan Metode dalam Penelitian

Secara etimologi, metode berarti jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Ini berarti, tercapai atau tidaknya suatu tujuan yang diinginkan sangat tergantung pada metode yang digunakan. Berdasarkan pengertian di atas, metode penelitian adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian.

Salah satu tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Tujuan akhir dari dilakukannya penelitian adalah untuk memperoleh kebenaran. Hanya dengan cara atau metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah kita dapat memperoleh suatu pengetahuan yang baru dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Syarat-syarat metode penelitian

Beberapa syarat metode penelitian, yaitu:

  1. Mampu menghasilkan data yang objektif

Suatu data dikatakan objektif jika data tersebut menunjukkan sesuatu yang apa adanya.

  1. Mampu menghasilkan data yang valid

Suatu data dikatakan valid jika data tersebut memiliki kesesuaian yang tinggi dengan kenyataan yang ada.

  1. Mampu menghasilkan data yang reliable

Suatu data dikatakan reliable jika data tersebut memiliki ketetapan yang tidak berubah pada setiap waktu.

Istilah lain yang hampir sama dengan istilah metode penelitian adalah metodologi penelitian, yang berarti ilmu yang mempelajari prihal metode-metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian.

DISAIN PENELITIAN

Disain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan sesuai dengan tujuan penelitian. Beberapa manfaat dari disain penelitian,yaitu memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya, menentukan batas-batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian serta memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dan juga memberikan gambaran mengenai masalah yang mungkin dihadapi.

Disain penelitian yang banyak kita temui adalah disain survey, disain case study dan disain eksperimen.

  1. Disain survey.

Penelitian survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar dengan cara mewawancarai  sebagian kecil dari populai tersebut. Keberhasilan suatu survey bergantung pada banyak orang yang dijadikan sampel, sejauhmana sampel itu mewakili kelompok yang diselidiki dan tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel.

  1. Disain case study

case study merupakan bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial atau mengenai perkembangan sesuatu. Bahan case study dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti laporan hasil pengamatan, buku harian atau biografi seseorang, dll.

  1. Disain eksperimen.

Pada disain eksperimen terdapat kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang secara sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu. Selain itu ada juga kelompok control, yaitu  kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel itu.

Beberapa jenis disain eksperimen

  1. Disain eksperimen berdasarkan perbedaan

Dalam hal ini lebih mengarah pada perbedaan yang terdapat pada objek yang akan diamati. Kelemahan dalam disain ini adalah sulitnya membentuk dua kelompok yang sama dalam semua hal yang ditentukan, kemungkinan perbedaan disebabkan oleh faktor-faktor lain dan tidak adanya pembuktian yang jelas bahwa perbedaan ciri itu merupakan sebab perbedaan pendirian tersebut.

  1. Disain post-eksperimen

Dalam disain ini dilakukan pemilihan kelompok yang sama atau hampir sama melalui prosedur penjodohan, yang satu dijadikan kelompok eksperimen dan yang lainnya dijadikan kelompok kontrol.

  1. Disain pra dan post-eksperimen.

Dalam disain ini dibentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dijodohkan. Sebelum percobaan, kedua kelompok dipelajari untuk memperoleh data kuantitatif untuk membandingkannya. Setelah itu diadakan observasi dan pengukuran untuk mengetahui perubahan yang terjadi atas pengaruh variabel eksperimen itu. Dengan melakukan perbandingan kedua kelompok, maka akan didapat kesimpulan tentang dampak variabel eksperimen itu.

 

  1. III.        METODE SAMPLING

POPULASI

Populasi suatu penelitian adalah keseluruhan subjek yang harus diselidiki dalam melaksanakan suatu penelitian. Misalkan suatu penelitian dengan judul : “ Pengaruh Penayangan Film-Film Horror Pada Beberapa Stasiun Televisi Swasta Terhadap Perkembangan Sikap Dan Tingkah Laku Anak-Anak Sekolah Dasar Di Provinsi Bali”. Dalam judul penelitian tersebut, yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali. Andaikan jumlah anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali adalah 100.000 orang, maka besar populasi dalam penelitian adalah 100.000 orang.

SAMPEL

Sebagian dari seluruh anggota populasi yang akan diteliti disebut sampel. Pengambilan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetap harus mengikuti teknik-teknik tertentu agar sampel yang dipilih benar-benar dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel harus memperhatikan tujuan penelitian dan sifat serta keadaan populasi. Kesalahan dalam pengambilan sampel dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Menurut beberapa pakar penelitian menyebutkan bahwa semakin besar sampel yang diambil, semakin baik sampel tersebut. Besarnya sampel yang diambil dari populasi yang sangat homogen tidak akan berpengaruh terhadap hasil penelitian. Sedangkan untuk pengambilan sampel dari populasi yang heterogen harus mempertimbangkan beberapa faktor agar diperoleh sampel yang dapat mewakili populasi (representatif).

Misalkan seorang mahasiswa akan mengadakan penelitian tentang kadar amoniak yang terdapat dalam air pada satu kolam renang penyu dewata. Populasi penelitian ini adalah semua air yang terdapat pada kolam renang penyu dewata. Dalam hal ini populasi tersebut cukup homogeny karena kadar amoniak dalam setiap bagian air yang terdapat pada satu kolam renang sama. Bila sampel yang diambil sebesar 10 m3 air, tidak akan memberi hasil yang berbeda dengan pengambilan sampel 10 mm3 dari kolam renang tersebut.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam penelitian adalah subjek penelitian, objek penelitian dan tempat penelitian. Subjek penelitian adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki. Objek penelitian adalah setiap gejala atau peristiwa yang akan kita selidiki, baik itu gejala alam atau gejala kehidupan. Sedangkan tempat penelitian adalah lokasi dimana penelitian itu dilaksanakan.

GEJALA DAN VARIABEL

Dari satu gejala kita dapat menarik satu atau lebih variabel. Misalnya suatu penelitian dengan judul “ Suatu Study Tentang Pengajaran Matematika Di Sekolah Dasar Saraswati Denpasar Tahun Pelajran 1996/1997”. Gejala dalam penelitian tersebut adalah pengajaran matematika di SD Saraswati Denpasar. Sebagai variabelnya dapat dipilih metode pengajaran, hambatan yang dihadapi, dll.

Macam- Macam Sampling.

  1. A.            Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memberi kemungkinan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Yang termasuk dalam teknik sampling ini adalah:

  1. 1.             Sampling Acakan (random sampling)

Suatu cara untuk memilih sampel tanpa pilih-pilih sehingga memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk dipilih. Teknik random sampling yang sering digunakan adalah dengan teknik undian, dengan teknik ordinal (undian berdasarkan nomor urut kelipatan tertentu) dan dengan memakai tabel bilangan random.

  1. 2.             Proportional Stratified Random Sampling

Teknik ini terdiri dari proporsional sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian yang terdapat pada populasi), stratified sampling (memperhatikan lapisan yang ada pada populasi) dan random sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian dalam populasi dan penunjukkan dilakukan secara acak).

  1. 3.             Disproportional Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan besar kecilnya perimbangan yang terdapat pada lapisan dalam populasi.

  1. 4.             Area atau cluster Sampling

Area sampling dan cluster sampling sesungguhnya tidak dapat dikatakan sama. Area sampling lebih menekankan pada sampling wilayah., sedangkan cluster sampling memandang populasi yang terdiri atas kelompok dan bukan individu.

  1. B.            Non- Probability Sampling

Non- Probability sampling dapat dengan mudah dilakukan, namun hasilnya tidak dapat berlaku bagi seluruh anggota populasi. Yang termasuk teknik sampling jenis ini adalah:

  1. 1.             Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah yang diinginkan. Keuntungan metode ini adalah pelaksanaannya mudah dan cepat, sedangkan kelemahannya adalah adanya kecendrungan memilih orang yang mudah didekati peneliti sehingga pemilihan sampel tidak representatif.

 

  1. 2.             Sampling Aksidental

Sampling aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan dijumpai. Sampel yang digunakan tidak mencerminkan keadaan populasi sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Keuntungan dari metode ini adalah murah, mudah dan cepat dilakukan.

  1. 3.             Purposive Sampling

Purposive Sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel. Keuntungan dari metode ini adalah relative murah dan mudah dilakukan. Kelemahannya tidak dapat menjamin bahwa sampel yang diperoleh bersifat respresentatif.

  1. 4.             Saturation Sampling ( sampling jenuh)

Sampling dikatakan jenuh jika seluruh populasi dijadikan sampel. Sampling jenuh dapat dlakukan untuk populasi kecil. Tetapi untuk populasi besar (lebih dari 100) penggunaan sampling jenuh kurang praktis.

  1. 5.             Snowball Sampling

Dalam pelaksanaan sampling ini peneliti mulai dari kelompok yang kecil, kemudian setiap anggota kecil itu menyebutkan kawannya masing-masing dan begitu juga selanjutnya. Sampling ini dipilih jika ingin menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab.

Pertimbangan- pertimbangan dalam memilih metode Sampling:

  1. Tujuan Penelitian.
  2. Pengetahuan peneliti tentang populasi.
  3. Kesediaan untuk menjadi anggota sampel.
  4. Jumlah biaya.
  5. Besar populasi
  6. Fasilitas pendukung yang tersedia.

 

  1. IV.        METODE PENGUMPULAN DATA

Kualitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurannya. Alat pengambil data (instrumen) yang baik adalah yang sudah valid. Bentuk dan jenis alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian ditentukan oleh metode pengumpulan data yang digunakan. Sedangkan penetapan metode pengumpulan data didasarkan atas pertimbangan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

 

JENIS-JENIS METODE PENGUMPULAN DATA

  1. Observasi

Observasi adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan mengadaan pengamatan pada suatu kejadian yang terjadi dan pencatatan secara sistematis. Syarat-syarat observasi, yaitu harus mengarah pada tujuan penelitian yang dirumuskan, mempergunakan rencana yang sistematis, meteri observasi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil observasi harus dapat dikontrol validitas dan realibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan observasi:

  1. Berdasarkan rencana kerja petugas observasi, terdiri dari observasi berstruktur dan observasi tak berstruktur.
  2. Berdasarkan kedudukan petugas observasi, terdiri dari observasi partisipasi, observasi non-partisipasi dan observasi kwasi partisipasi.

Dalam menggunakan teknik observasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi observasi, menentukan jenis observasi yang dipakai, menentukan teknik pencatatan serta menentukan waktu dan tempat observasi.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat observer, sukar diterapkan pada situasi kompleks dan pelaksanaannya dapat terganggu oleh peristiwa seperti bencana atau keadaan fisik observer yang tidak sehat.

  1. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan cara melakukan tanya jawab yang sistematis. Beberapa syarat wawancara sebagai metode ilmiah, yaitu kegiatan wawancara harus mengarah pada tujuan penelitian yang sedang dirumuskan, harus menggunakan rencana yang sistematis, materi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil wawancara harus dapat dikontrol validitas dan relibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan wawancara:

  1. Berdasarkan materi wawancara, terdiri dari wawancara terpusat dan wawancara tak berpusat.
  2. Berdasarkan jumlah subjek yang diwawancarai, terdiri dari wawncara tunggal dan wawancara kelompok.
  3. Berdasarkan sumber informasi, terdiri dari wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

Dalam menggunakan teknik wawancara, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi wawancara, menentukan jenis wawancara, menetapkan teknik pencatatan, menetapkan subjek penelitian serta menetapkan waktu dan tempat penelitian.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat interviewer, kelancaran wawancara bergantung pada kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan dan proses wawancara mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar subjek.

  1. Korespondensi

Korespondensi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan surat berisikan pertanyaan atau permintaan kepada subjek penelitian. Surat yang dikirimkan terdiri atas surat pengantar yang berupa penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman dan pengharapan dari peneliti serta daftar pertanyaan.

Penggolongan korespondensi:

  1. Surat pribadi (personal letter), merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat hanya orang yang dikenalnya saja.
  2. Kuesioner, merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat terdiri dari orang yang dikenal dan tidak dikenalnya.

Kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner ragam isian (supply type) dan kuesioner ragam pilihan (selection type). kuesioner ragam isian terdiri dari kuesioner bentuk tertutup dan kuesioner bentuk terbuka, sedangkan kuesioner ragam pilihan terdiri dari bentuk pilihan rangkap dua dan bentuk pilihan rangkap ganda.

Sebelum menggunakan kuesioner, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan yaitu membuat surat pengantar, menyusun materi kuesioner, menentukan jenis kuesioner, menentukan subjek penelitian dan menyediakan fasilitas-fasilitas bagi subjek penelitian.

  1. Testa

Testa sebagai suatu metode penelitian adalah cara untuk memperoleh data yang berbentuk tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang atau sekelompok oran yang dapat menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang diperoleh ojrang lain atau suatu standar. Fungsi testa adalah untuk mengukur kemampuan dan sifat (ability and traitsI) dari seseorang atau sekelompok orang.

Sebagai suatu metode ilmiah, test harus memenuhi beberapa syarat yaitu tes tersebut harus meiliki validitas  yang baik,  harus memiliki  realibilitas  yang baik, harus memiliki objektifitas  yang mantap, harus memiliki daya beda yang baik, harus distandarisasi dan test harus mengungkapkan keseluruhan pengetahuan yang hendak diukur (kompherensif).

Penggolongan testa:

  1. Berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti, terdiri dari testa individual dan testa kelompok.
  2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminta, terdiri dari testa verbal dan testa non verbal.
    1. Berdasarkan tujuan penyelenggaraannya, terdiri dari testa kecepatan dan testa kemampuan.
    2. Berdasarkan fungsinya, terdiri dari test intelegensi, test bakat, test sekolah dan test kepribadian.
    3. Pencatatan Dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Beberapa contoh dokumen antara lain tulisan-tulisan (prasasti dan lontar), karangan (buku dan kamus), catatan (biografi dan laporan pendidikan), lembaran negara, bulletin, dan lain-lain.

Tata cara yang harus dilakukan untuk pengambilan dokumen sebagai sumber data yaitu mengadakan evaluasi, meninjau batas waktu penerbitannya, meninjau validitas sumbernya dan meninjau pribadi penulisnya.

 

  1. V.           PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI

PENGOLAHAN DATA

Pada umumnya pengolahan data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengolahan tahap deskriptif dan pengolahan tahap inferensial. Tujuan diadakannya pengolahan data adalah sebagai dasar untuk mengadakan generalisasi dari kondisi yang bersifat khusus sehingga diperoleh kondisi yang bersifat umum.

Metode pengolahan data dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis sehingga mendapat suatu kesimpulan umum. Dalam menyusun data secara sistematis, ada beberapa teknik yang digunakan yaitu teknik induksi, teknik argumentasi dan teknik spekulasi.

  1. Metode komparatif

Metode komparatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara mengadakan perbandingan secara sistematis dan terus-menerus sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Mengadakan bandingan secara sistematis artinya adalah mengadakan perbandingan dengan aturan tertentu. Sedangkan mengadakan bandingan secara terus-menerus artinya mengadakan perbandingan sejak awal hingga akhir pembahasan.

  1. Metode analisis

Metode analisis adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan suatu teknik analisa tertentu sehingga diperoleh suatu tesa. Metode analisis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. Analisis Statistik

Analisis statistik adalah suatu analisis data yang menggunakan rumus matematika yang telah tersedia pada buku statistik. Statistik dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khas, yaitu statistic selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuantitatif), statistik bersifat objektif dan statistik bersifat universal.

Statistik sebagai teknik analisis data memiliki tiga fungsi, yaitu:

(a) Generalisasi sifat dan kemampuan

Sifat dan kemampuan individupada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus-rumus tertentu seperti tendensi sentral (central tendency) dan standar deviasi (standard deviation).

(b) Generalisasi hubungan

Hubungan antara dua gejala atau lebih yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus tertentu seperti korelasi product moment, korelasi rank order dan korelasi kontingensi

(c) Generalisasi perbedaan

Perbedaan individu yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan menggnakan rumus tertentu seperti t- test, chi- square dan analisa varian.

  1. Analisis Non-Statistik

Secara garis besar analisis non-statistik dapat dibedakan menjadi analisis filosofis dan analisa proses.

 

INTEPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Interpretasi terhadap hasil pengolahan data dilakukan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

Contoh 1 : suatu penelitian korelasional yang menggunkan rumus “product moment”. Ini adalah salah satu bentuk teknik analisis statistic yang banyak digunakan dalam suatu penelitian.

Terhadap angka indeks korelasi (r) yang diperoleh dari perhitungan kita dapat memberikan penafsiran tertentu. Dalam hal ini ada dua macam cara yang dapt ditempuh, yaitu:

  1. Interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product moment itu dilakukan secara kasar dengan cara sederhana.
  2. Intepretasi yang diberika dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada table nilai r product moment.

Pemberian interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r”  product moment  dengan cara berkonsultasi pada table nilai “r”  product moment. Cara ini dipandang lebih teliti dibandingkan dengan cara di atas.

Bila cara kedua yang kita gunakan, maka prosedur yang harus dilalui adalah :

  1. Merumuskan hipotesis alternative (Ha) dan hipotesis nihil (H0).
  2. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari Ha danH0.

Menguji kebenaran atau kepalsuan dari H0 dilakukan dengan membandingkan besarnya nilai “r” yang diperoleh dalam perhitungan dengan besarnya nilai “r” yang terdapat dalam table nilai “r”  product moment, dengan terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db) atau  degrees of freedom (df) dengan rumus:  df = N –nr

Keterangan :  df = degrees of freedom

N = number of case

nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan.

Dengan diperolehnya df, maka besarnya nilai “r” yang terdapat pada tabel dapat ditentukan. Jika rhitung  r tabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative diterima. Ini berarti memang terjadi korelasi positif yang signifikan antara variabel x dan y.

Dengan menggunakan rumus dan cara yang serupa, interpretasi hasil pengolahan data yang menggunakan teknik analisis statistik lainnya dapat diselesaikan.

 

 

NAMA       : NI LUH DESI ANA

NPM           : 09.8.03.51.30.15.1462

PRODI       : MATEMATIKA

SMSTER    : VI

MATERI                : METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. II.      METODE DAN DISAIN PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Peranan Metode dalam Penelitian

Secara etimologi, metode berarti jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Ini berarti, tercapai atau tidaknya suatu tujuan yang diinginkan sangat tergantung pada metode yang digunakan. Berdasarkan pengertian di atas, metode penelitian adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian.

Salah satu tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Tujuan akhir dari dilakukannya penelitian adalah untuk memperoleh kebenaran. Hanya dengan cara atau metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah kita dapat memperoleh suatu pengetahuan yang baru dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Syarat-syarat metode penelitian

Beberapa syarat metode penelitian, yaitu:

  1. Mampu menghasilkan data yang objektif

Suatu data dikatakan objektif jika data tersebut menunjukkan sesuatu yang apa adanya.

  1. Mampu menghasilkan data yang valid

Suatu data dikatakan valid jika data tersebut memiliki kesesuaian yang tinggi dengan kenyataan yang ada.

  1. Mampu menghasilkan data yang reliable

Suatu data dikatakan reliable jika data tersebut memiliki ketetapan yang tidak berubah pada setiap waktu.

Istilah lain yang hampir sama dengan istilah metode penelitian adalah metodologi penelitian, yang berarti ilmu yang mempelajari prihal metode-metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian.

DISAIN PENELITIAN

Disain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan sesuai dengan tujuan penelitian. Beberapa manfaat dari disain penelitian,yaitu memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya, menentukan batas-batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian serta memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dan juga memberikan gambaran mengenai masalah yang mungkin dihadapi.

Disain penelitian yang banyak kita temui adalah disain survey, disain case study dan disain eksperimen.

  1. Disain survey.

Penelitian survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar dengan cara mewawancarai  sebagian kecil dari populai tersebut. Keberhasilan suatu survey bergantung pada banyak orang yang dijadikan sampel, sejauhmana sampel itu mewakili kelompok yang diselidiki dan tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel.

  1. Disain case study

case study merupakan bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial atau mengenai perkembangan sesuatu. Bahan case study dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti laporan hasil pengamatan, buku harian atau biografi seseorang, dll.

  1. Disain eksperimen.

Pada disain eksperimen terdapat kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang secara sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu. Selain itu ada juga kelompok control, yaitu  kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel itu.

Beberapa jenis disain eksperimen

  1. Disain eksperimen berdasarkan perbedaan

Dalam hal ini lebih mengarah pada perbedaan yang terdapat pada objek yang akan diamati. Kelemahan dalam disain ini adalah sulitnya membentuk dua kelompok yang sama dalam semua hal yang ditentukan, kemungkinan perbedaan disebabkan oleh faktor-faktor lain dan tidak adanya pembuktian yang jelas bahwa perbedaan ciri itu merupakan sebab perbedaan pendirian tersebut.

  1. Disain post-eksperimen

Dalam disain ini dilakukan pemilihan kelompok yang sama atau hampir sama melalui prosedur penjodohan, yang satu dijadikan kelompok eksperimen dan yang lainnya dijadikan kelompok kontrol.

  1. Disain pra dan post-eksperimen.

Dalam disain ini dibentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dijodohkan. Sebelum percobaan, kedua kelompok dipelajari untuk memperoleh data kuantitatif untuk membandingkannya. Setelah itu diadakan observasi dan pengukuran untuk mengetahui perubahan yang terjadi atas pengaruh variabel eksperimen itu. Dengan melakukan perbandingan kedua kelompok, maka akan didapat kesimpulan tentang dampak variabel eksperimen itu.

 

  1. III.        METODE SAMPLING

POPULASI

Populasi suatu penelitian adalah keseluruhan subjek yang harus diselidiki dalam melaksanakan suatu penelitian. Misalkan suatu penelitian dengan judul : “ Pengaruh Penayangan Film-Film Horror Pada Beberapa Stasiun Televisi Swasta Terhadap Perkembangan Sikap Dan Tingkah Laku Anak-Anak Sekolah Dasar Di Provinsi Bali”. Dalam judul penelitian tersebut, yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali. Andaikan jumlah anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali adalah 100.000 orang, maka besar populasi dalam penelitian adalah 100.000 orang.

SAMPEL

Sebagian dari seluruh anggota populasi yang akan diteliti disebut sampel. Pengambilan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetap harus mengikuti teknik-teknik tertentu agar sampel yang dipilih benar-benar dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel harus memperhatikan tujuan penelitian dan sifat serta keadaan populasi. Kesalahan dalam pengambilan sampel dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Menurut beberapa pakar penelitian menyebutkan bahwa semakin besar sampel yang diambil, semakin baik sampel tersebut. Besarnya sampel yang diambil dari populasi yang sangat homogen tidak akan berpengaruh terhadap hasil penelitian. Sedangkan untuk pengambilan sampel dari populasi yang heterogen harus mempertimbangkan beberapa faktor agar diperoleh sampel yang dapat mewakili populasi (representatif).

Misalkan seorang mahasiswa akan mengadakan penelitian tentang kadar amoniak yang terdapat dalam air pada satu kolam renang penyu dewata. Populasi penelitian ini adalah semua air yang terdapat pada kolam renang penyu dewata. Dalam hal ini populasi tersebut cukup homogeny karena kadar amoniak dalam setiap bagian air yang terdapat pada satu kolam renang sama. Bila sampel yang diambil sebesar 10 m3 air, tidak akan memberi hasil yang berbeda dengan pengambilan sampel 10 mm3 dari kolam renang tersebut.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam penelitian adalah subjek penelitian, objek penelitian dan tempat penelitian. Subjek penelitian adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki. Objek penelitian adalah setiap gejala atau peristiwa yang akan kita selidiki, baik itu gejala alam atau gejala kehidupan. Sedangkan tempat penelitian adalah lokasi dimana penelitian itu dilaksanakan.

GEJALA DAN VARIABEL

Dari satu gejala kita dapat menarik satu atau lebih variabel. Misalnya suatu penelitian dengan judul “ Suatu Study Tentang Pengajaran Matematika Di Sekolah Dasar Saraswati Denpasar Tahun Pelajran 1996/1997”. Gejala dalam penelitian tersebut adalah pengajaran matematika di SD Saraswati Denpasar. Sebagai variabelnya dapat dipilih metode pengajaran, hambatan yang dihadapi, dll.

Macam- Macam Sampling.

  1. A.            Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memberi kemungkinan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Yang termasuk dalam teknik sampling ini adalah:

  1. 1.             Sampling Acakan (random sampling)

Suatu cara untuk memilih sampel tanpa pilih-pilih sehingga memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk dipilih. Teknik random sampling yang sering digunakan adalah dengan teknik undian, dengan teknik ordinal (undian berdasarkan nomor urut kelipatan tertentu) dan dengan memakai tabel bilangan random.

  1. 2.             Proportional Stratified Random Sampling

Teknik ini terdiri dari proporsional sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian yang terdapat pada populasi), stratified sampling (memperhatikan lapisan yang ada pada populasi) dan random sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian dalam populasi dan penunjukkan dilakukan secara acak).

  1. 3.             Disproportional Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan besar kecilnya perimbangan yang terdapat pada lapisan dalam populasi.

  1. 4.             Area atau cluster Sampling

Area sampling dan cluster sampling sesungguhnya tidak dapat dikatakan sama. Area sampling lebih menekankan pada sampling wilayah., sedangkan cluster sampling memandang populasi yang terdiri atas kelompok dan bukan individu.

  1. B.            Non- Probability Sampling

Non- Probability sampling dapat dengan mudah dilakukan, namun hasilnya tidak dapat berlaku bagi seluruh anggota populasi. Yang termasuk teknik sampling jenis ini adalah:

  1. 1.             Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah yang diinginkan. Keuntungan metode ini adalah pelaksanaannya mudah dan cepat, sedangkan kelemahannya adalah adanya kecendrungan memilih orang yang mudah didekati peneliti sehingga pemilihan sampel tidak representatif.

 

  1. 2.             Sampling Aksidental

Sampling aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan dijumpai. Sampel yang digunakan tidak mencerminkan keadaan populasi sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Keuntungan dari metode ini adalah murah, mudah dan cepat dilakukan.

  1. 3.             Purposive Sampling

Purposive Sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel. Keuntungan dari metode ini adalah relative murah dan mudah dilakukan. Kelemahannya tidak dapat menjamin bahwa sampel yang diperoleh bersifat respresentatif.

  1. 4.             Saturation Sampling ( sampling jenuh)

Sampling dikatakan jenuh jika seluruh populasi dijadikan sampel. Sampling jenuh dapat dlakukan untuk populasi kecil. Tetapi untuk populasi besar (lebih dari 100) penggunaan sampling jenuh kurang praktis.

  1. 5.             Snowball Sampling

Dalam pelaksanaan sampling ini peneliti mulai dari kelompok yang kecil, kemudian setiap anggota kecil itu menyebutkan kawannya masing-masing dan begitu juga selanjutnya. Sampling ini dipilih jika ingin menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab.

Pertimbangan- pertimbangan dalam memilih metode Sampling:

  1. Tujuan Penelitian.
  2. Pengetahuan peneliti tentang populasi.
  3. Kesediaan untuk menjadi anggota sampel.
  4. Jumlah biaya.
  5. Besar populasi
  6. Fasilitas pendukung yang tersedia.

 

  1. IV.        METODE PENGUMPULAN DATA

Kualitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurannya. Alat pengambil data (instrumen) yang baik adalah yang sudah valid. Bentuk dan jenis alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian ditentukan oleh metode pengumpulan data yang digunakan. Sedangkan penetapan metode pengumpulan data didasarkan atas pertimbangan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

 

JENIS-JENIS METODE PENGUMPULAN DATA

  1. Observasi

Observasi adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan mengadaan pengamatan pada suatu kejadian yang terjadi dan pencatatan secara sistematis. Syarat-syarat observasi, yaitu harus mengarah pada tujuan penelitian yang dirumuskan, mempergunakan rencana yang sistematis, meteri observasi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil observasi harus dapat dikontrol validitas dan realibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan observasi:

  1. Berdasarkan rencana kerja petugas observasi, terdiri dari observasi berstruktur dan observasi tak berstruktur.
  2. Berdasarkan kedudukan petugas observasi, terdiri dari observasi partisipasi, observasi non-partisipasi dan observasi kwasi partisipasi.

Dalam menggunakan teknik observasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi observasi, menentukan jenis observasi yang dipakai, menentukan teknik pencatatan serta menentukan waktu dan tempat observasi.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat observer, sukar diterapkan pada situasi kompleks dan pelaksanaannya dapat terganggu oleh peristiwa seperti bencana atau keadaan fisik observer yang tidak sehat.

  1. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan cara melakukan tanya jawab yang sistematis. Beberapa syarat wawancara sebagai metode ilmiah, yaitu kegiatan wawancara harus mengarah pada tujuan penelitian yang sedang dirumuskan, harus menggunakan rencana yang sistematis, materi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil wawancara harus dapat dikontrol validitas dan relibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan wawancara:

  1. Berdasarkan materi wawancara, terdiri dari wawancara terpusat dan wawancara tak berpusat.
  2. Berdasarkan jumlah subjek yang diwawancarai, terdiri dari wawncara tunggal dan wawancara kelompok.
  3. Berdasarkan sumber informasi, terdiri dari wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

Dalam menggunakan teknik wawancara, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi wawancara, menentukan jenis wawancara, menetapkan teknik pencatatan, menetapkan subjek penelitian serta menetapkan waktu dan tempat penelitian.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat interviewer, kelancaran wawancara bergantung pada kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan dan proses wawancara mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar subjek.

  1. Korespondensi

Korespondensi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan surat berisikan pertanyaan atau permintaan kepada subjek penelitian. Surat yang dikirimkan terdiri atas surat pengantar yang berupa penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman dan pengharapan dari peneliti serta daftar pertanyaan.

Penggolongan korespondensi:

  1. Surat pribadi (personal letter), merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat hanya orang yang dikenalnya saja.
  2. Kuesioner, merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat terdiri dari orang yang dikenal dan tidak dikenalnya.

Kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner ragam isian (supply type) dan kuesioner ragam pilihan (selection type). kuesioner ragam isian terdiri dari kuesioner bentuk tertutup dan kuesioner bentuk terbuka, sedangkan kuesioner ragam pilihan terdiri dari bentuk pilihan rangkap dua dan bentuk pilihan rangkap ganda.

Sebelum menggunakan kuesioner, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan yaitu membuat surat pengantar, menyusun materi kuesioner, menentukan jenis kuesioner, menentukan subjek penelitian dan menyediakan fasilitas-fasilitas bagi subjek penelitian.

  1. Testa

Testa sebagai suatu metode penelitian adalah cara untuk memperoleh data yang berbentuk tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang atau sekelompok oran yang dapat menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang diperoleh ojrang lain atau suatu standar. Fungsi testa adalah untuk mengukur kemampuan dan sifat (ability and traitsI) dari seseorang atau sekelompok orang.

Sebagai suatu metode ilmiah, test harus memenuhi beberapa syarat yaitu tes tersebut harus meiliki validitas  yang baik,  harus memiliki  realibilitas  yang baik, harus memiliki objektifitas  yang mantap, harus memiliki daya beda yang baik, harus distandarisasi dan test harus mengungkapkan keseluruhan pengetahuan yang hendak diukur (kompherensif).

Penggolongan testa:

  1. Berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti, terdiri dari testa individual dan testa kelompok.
  2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminta, terdiri dari testa verbal dan testa non verbal.
    1. Berdasarkan tujuan penyelenggaraannya, terdiri dari testa kecepatan dan testa kemampuan.
    2. Berdasarkan fungsinya, terdiri dari test intelegensi, test bakat, test sekolah dan test kepribadian.
    3. Pencatatan Dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Beberapa contoh dokumen antara lain tulisan-tulisan (prasasti dan lontar), karangan (buku dan kamus), catatan (biografi dan laporan pendidikan), lembaran negara, bulletin, dan lain-lain.

Tata cara yang harus dilakukan untuk pengambilan dokumen sebagai sumber data yaitu mengadakan evaluasi, meninjau batas waktu penerbitannya, meninjau validitas sumbernya dan meninjau pribadi penulisnya.

 

  1. V.           PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI

PENGOLAHAN DATA

Pada umumnya pengolahan data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengolahan tahap deskriptif dan pengolahan tahap inferensial. Tujuan diadakannya pengolahan data adalah sebagai dasar untuk mengadakan generalisasi dari kondisi yang bersifat khusus sehingga diperoleh kondisi yang bersifat umum.

Metode pengolahan data dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis sehingga mendapat suatu kesimpulan umum. Dalam menyusun data secara sistematis, ada beberapa teknik yang digunakan yaitu teknik induksi, teknik argumentasi dan teknik spekulasi.

  1. Metode komparatif

Metode komparatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara mengadakan perbandingan secara sistematis dan terus-menerus sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Mengadakan bandingan secara sistematis artinya adalah mengadakan perbandingan dengan aturan tertentu. Sedangkan mengadakan bandingan secara terus-menerus artinya mengadakan perbandingan sejak awal hingga akhir pembahasan.

  1. Metode analisis

Metode analisis adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan suatu teknik analisa tertentu sehingga diperoleh suatu tesa. Metode analisis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. Analisis Statistik

Analisis statistik adalah suatu analisis data yang menggunakan rumus matematika yang telah tersedia pada buku statistik. Statistik dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khas, yaitu statistic selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuantitatif), statistik bersifat objektif dan statistik bersifat universal.

Statistik sebagai teknik analisis data memiliki tiga fungsi, yaitu:

(a) Generalisasi sifat dan kemampuan

Sifat dan kemampuan individupada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus-rumus tertentu seperti tendensi sentral (central tendency) dan standar deviasi (standard deviation).

(b) Generalisasi hubungan

Hubungan antara dua gejala atau lebih yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus tertentu seperti korelasi product moment, korelasi rank order dan korelasi kontingensi

(c) Generalisasi perbedaan

Perbedaan individu yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan menggnakan rumus tertentu seperti t- test, chi- square dan analisa varian.

  1. Analisis Non-Statistik

Secara garis besar analisis non-statistik dapat dibedakan menjadi analisis filosofis dan analisa proses.

 

INTEPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Interpretasi terhadap hasil pengolahan data dilakukan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

Contoh 1 : suatu penelitian korelasional yang menggunkan rumus “product moment”. Ini adalah salah satu bentuk teknik analisis statistic yang banyak digunakan dalam suatu penelitian.

Terhadap angka indeks korelasi (r) yang diperoleh dari perhitungan kita dapat memberikan penafsiran tertentu. Dalam hal ini ada dua macam cara yang dapt ditempuh, yaitu:

  1. Interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product moment itu dilakukan secara kasar dengan cara sederhana.
  2. Intepretasi yang diberika dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada table nilai r product moment.

Pemberian interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r”  product moment  dengan cara berkonsultasi pada table nilai “r”  product moment. Cara ini dipandang lebih teliti dibandingkan dengan cara di atas.

Bila cara kedua yang kita gunakan, maka prosedur yang harus dilalui adalah :

  1. Merumuskan hipotesis alternative (Ha) dan hipotesis nihil (H0).
  2. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari Ha danH0.

Menguji kebenaran atau kepalsuan dari H0 dilakukan dengan membandingkan besarnya nilai “r” yang diperoleh dalam perhitungan dengan besarnya nilai “r” yang terdapat dalam table nilai “r”  product moment, dengan terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db) atau  degrees of freedom (df) dengan rumus:  df = N –nr

Keterangan :  df = degrees of freedom

N = number of case

nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan.

Dengan diperolehnya df, maka besarnya nilai “r” yang terdapat pada tabel dapat ditentukan. Jika rhitung  r tabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative diterima. Ini berarti memang terjadi korelasi positif yang signifikan antara variabel x dan y.

Dengan menggunakan rumus dan cara yang serupa, interpretasi hasil pengolahan data yang menggunakan teknik analisis statistik lainnya dapat diselesaikan.

 

 

 

 

 

NAMA       : NI LUH DESI ANA

NPM           : 09.8.03.51.30.15.1462

PRODI       : MATEMATIKA

SMSTER    : VI

MATERI                : METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. II.      METODE DAN DISAIN PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Peranan Metode dalam Penelitian

Secara etimologi, metode berarti jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Ini berarti, tercapai atau tidaknya suatu tujuan yang diinginkan sangat tergantung pada metode yang digunakan. Berdasarkan pengertian di atas, metode penelitian adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian.

Salah satu tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk memperoleh suatu pengetahuan baru. Tujuan akhir dari dilakukannya penelitian adalah untuk memperoleh kebenaran. Hanya dengan cara atau metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah kita dapat memperoleh suatu pengetahuan yang baru dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.

Syarat-syarat metode penelitian

Beberapa syarat metode penelitian, yaitu:

  1. Mampu menghasilkan data yang objektif

Suatu data dikatakan objektif jika data tersebut menunjukkan sesuatu yang apa adanya.

  1. Mampu menghasilkan data yang valid

Suatu data dikatakan valid jika data tersebut memiliki kesesuaian yang tinggi dengan kenyataan yang ada.

  1. Mampu menghasilkan data yang reliable

Suatu data dikatakan reliable jika data tersebut memiliki ketetapan yang tidak berubah pada setiap waktu.

Istilah lain yang hampir sama dengan istilah metode penelitian adalah metodologi penelitian, yang berarti ilmu yang mempelajari prihal metode-metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian.

DISAIN PENELITIAN

Disain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan sesuai dengan tujuan penelitian. Beberapa manfaat dari disain penelitian,yaitu memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya, menentukan batas-batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian serta memberi gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dan juga memberikan gambaran mengenai masalah yang mungkin dihadapi.

Disain penelitian yang banyak kita temui adalah disain survey, disain case study dan disain eksperimen.

  1. Disain survey.

Penelitian survey bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar dengan cara mewawancarai  sebagian kecil dari populai tersebut. Keberhasilan suatu survey bergantung pada banyak orang yang dijadikan sampel, sejauhmana sampel itu mewakili kelompok yang diselidiki dan tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel.

  1. Disain case study

case study merupakan bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial atau mengenai perkembangan sesuatu. Bahan case study dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti laporan hasil pengamatan, buku harian atau biografi seseorang, dll.

  1. Disain eksperimen.

Pada disain eksperimen terdapat kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang secara sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu. Selain itu ada juga kelompok control, yaitu  kelompok yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel itu.

Beberapa jenis disain eksperimen

  1. Disain eksperimen berdasarkan perbedaan

Dalam hal ini lebih mengarah pada perbedaan yang terdapat pada objek yang akan diamati. Kelemahan dalam disain ini adalah sulitnya membentuk dua kelompok yang sama dalam semua hal yang ditentukan, kemungkinan perbedaan disebabkan oleh faktor-faktor lain dan tidak adanya pembuktian yang jelas bahwa perbedaan ciri itu merupakan sebab perbedaan pendirian tersebut.

  1. Disain post-eksperimen

Dalam disain ini dilakukan pemilihan kelompok yang sama atau hampir sama melalui prosedur penjodohan, yang satu dijadikan kelompok eksperimen dan yang lainnya dijadikan kelompok kontrol.

  1. Disain pra dan post-eksperimen.

Dalam disain ini dibentuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang telah dijodohkan. Sebelum percobaan, kedua kelompok dipelajari untuk memperoleh data kuantitatif untuk membandingkannya. Setelah itu diadakan observasi dan pengukuran untuk mengetahui perubahan yang terjadi atas pengaruh variabel eksperimen itu. Dengan melakukan perbandingan kedua kelompok, maka akan didapat kesimpulan tentang dampak variabel eksperimen itu.

 

  1. III.        METODE SAMPLING

POPULASI

Populasi suatu penelitian adalah keseluruhan subjek yang harus diselidiki dalam melaksanakan suatu penelitian. Misalkan suatu penelitian dengan judul : “ Pengaruh Penayangan Film-Film Horror Pada Beberapa Stasiun Televisi Swasta Terhadap Perkembangan Sikap Dan Tingkah Laku Anak-Anak Sekolah Dasar Di Provinsi Bali”. Dalam judul penelitian tersebut, yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali. Andaikan jumlah anak-anak sekolah dasar di Provinsi Bali adalah 100.000 orang, maka besar populasi dalam penelitian adalah 100.000 orang.

SAMPEL

Sebagian dari seluruh anggota populasi yang akan diteliti disebut sampel. Pengambilan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetap harus mengikuti teknik-teknik tertentu agar sampel yang dipilih benar-benar dapat mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel harus memperhatikan tujuan penelitian dan sifat serta keadaan populasi. Kesalahan dalam pengambilan sampel dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Menurut beberapa pakar penelitian menyebutkan bahwa semakin besar sampel yang diambil, semakin baik sampel tersebut. Besarnya sampel yang diambil dari populasi yang sangat homogen tidak akan berpengaruh terhadap hasil penelitian. Sedangkan untuk pengambilan sampel dari populasi yang heterogen harus mempertimbangkan beberapa faktor agar diperoleh sampel yang dapat mewakili populasi (representatif).

Misalkan seorang mahasiswa akan mengadakan penelitian tentang kadar amoniak yang terdapat dalam air pada satu kolam renang penyu dewata. Populasi penelitian ini adalah semua air yang terdapat pada kolam renang penyu dewata. Dalam hal ini populasi tersebut cukup homogeny karena kadar amoniak dalam setiap bagian air yang terdapat pada satu kolam renang sama. Bila sampel yang diambil sebesar 10 m3 air, tidak akan memberi hasil yang berbeda dengan pengambilan sampel 10 mm3 dari kolam renang tersebut.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam penelitian adalah subjek penelitian, objek penelitian dan tempat penelitian. Subjek penelitian adalah keseluruhan individu yang akan diselidiki. Objek penelitian adalah setiap gejala atau peristiwa yang akan kita selidiki, baik itu gejala alam atau gejala kehidupan. Sedangkan tempat penelitian adalah lokasi dimana penelitian itu dilaksanakan.

GEJALA DAN VARIABEL

Dari satu gejala kita dapat menarik satu atau lebih variabel. Misalnya suatu penelitian dengan judul “ Suatu Study Tentang Pengajaran Matematika Di Sekolah Dasar Saraswati Denpasar Tahun Pelajran 1996/1997”. Gejala dalam penelitian tersebut adalah pengajaran matematika di SD Saraswati Denpasar. Sebagai variabelnya dapat dipilih metode pengajaran, hambatan yang dihadapi, dll.

Macam- Macam Sampling.

  1. A.            Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memberi kemungkinan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Yang termasuk dalam teknik sampling ini adalah:

  1. 1.             Sampling Acakan (random sampling)

Suatu cara untuk memilih sampel tanpa pilih-pilih sehingga memberikan kesempatan kepada setiap anggota populasi untuk dipilih. Teknik random sampling yang sering digunakan adalah dengan teknik undian, dengan teknik ordinal (undian berdasarkan nomor urut kelipatan tertentu) dan dengan memakai tabel bilangan random.

  1. 2.             Proportional Stratified Random Sampling

Teknik ini terdiri dari proporsional sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian yang terdapat pada populasi), stratified sampling (memperhatikan lapisan yang ada pada populasi) dan random sampling (memperhatikan besar kecilnya bagian dalam populasi dan penunjukkan dilakukan secara acak).

  1. 3.             Disproportional Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan besar kecilnya perimbangan yang terdapat pada lapisan dalam populasi.

  1. 4.             Area atau cluster Sampling

Area sampling dan cluster sampling sesungguhnya tidak dapat dikatakan sama. Area sampling lebih menekankan pada sampling wilayah., sedangkan cluster sampling memandang populasi yang terdiri atas kelompok dan bukan individu.

  1. B.            Non- Probability Sampling

Non- Probability sampling dapat dengan mudah dilakukan, namun hasilnya tidak dapat berlaku bagi seluruh anggota populasi. Yang termasuk teknik sampling jenis ini adalah:

  1. 1.             Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah yang diinginkan. Keuntungan metode ini adalah pelaksanaannya mudah dan cepat, sedangkan kelemahannya adalah adanya kecendrungan memilih orang yang mudah didekati peneliti sehingga pemilihan sampel tidak representatif.

 

  1. 2.             Sampling Aksidental

Sampling aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan dijumpai. Sampel yang digunakan tidak mencerminkan keadaan populasi sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Keuntungan dari metode ini adalah murah, mudah dan cepat dilakukan.

  1. 3.             Purposive Sampling

Purposive Sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel. Keuntungan dari metode ini adalah relative murah dan mudah dilakukan. Kelemahannya tidak dapat menjamin bahwa sampel yang diperoleh bersifat respresentatif.

  1. 4.             Saturation Sampling ( sampling jenuh)

Sampling dikatakan jenuh jika seluruh populasi dijadikan sampel. Sampling jenuh dapat dlakukan untuk populasi kecil. Tetapi untuk populasi besar (lebih dari 100) penggunaan sampling jenuh kurang praktis.

  1. 5.             Snowball Sampling

Dalam pelaksanaan sampling ini peneliti mulai dari kelompok yang kecil, kemudian setiap anggota kecil itu menyebutkan kawannya masing-masing dan begitu juga selanjutnya. Sampling ini dipilih jika ingin menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab.

Pertimbangan- pertimbangan dalam memilih metode Sampling:

  1. Tujuan Penelitian.
  2. Pengetahuan peneliti tentang populasi.
  3. Kesediaan untuk menjadi anggota sampel.
  4. Jumlah biaya.
  5. Besar populasi
  6. Fasilitas pendukung yang tersedia.

 

  1. IV.        METODE PENGUMPULAN DATA

Kualitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurannya. Alat pengambil data (instrumen) yang baik adalah yang sudah valid. Bentuk dan jenis alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian ditentukan oleh metode pengumpulan data yang digunakan. Sedangkan penetapan metode pengumpulan data didasarkan atas pertimbangan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

 

JENIS-JENIS METODE PENGUMPULAN DATA

  1. Observasi

Observasi adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan mengadaan pengamatan pada suatu kejadian yang terjadi dan pencatatan secara sistematis. Syarat-syarat observasi, yaitu harus mengarah pada tujuan penelitian yang dirumuskan, mempergunakan rencana yang sistematis, meteri observasi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil observasi harus dapat dikontrol validitas dan realibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan observasi:

  1. Berdasarkan rencana kerja petugas observasi, terdiri dari observasi berstruktur dan observasi tak berstruktur.
  2. Berdasarkan kedudukan petugas observasi, terdiri dari observasi partisipasi, observasi non-partisipasi dan observasi kwasi partisipasi.

Dalam menggunakan teknik observasi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi observasi, menentukan jenis observasi yang dipakai, menentukan teknik pencatatan serta menentukan waktu dan tempat observasi.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat observer, sukar diterapkan pada situasi kompleks dan pelaksanaannya dapat terganggu oleh peristiwa seperti bencana atau keadaan fisik observer yang tidak sehat.

  1. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan cara melakukan tanya jawab yang sistematis. Beberapa syarat wawancara sebagai metode ilmiah, yaitu kegiatan wawancara harus mengarah pada tujuan penelitian yang sedang dirumuskan, harus menggunakan rencana yang sistematis, materi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis dan hasil wawancara harus dapat dikontrol validitas dan relibilitasnya sebagai data ilmiah.

Penggolongan wawancara:

  1. Berdasarkan materi wawancara, terdiri dari wawancara terpusat dan wawancara tak berpusat.
  2. Berdasarkan jumlah subjek yang diwawancarai, terdiri dari wawncara tunggal dan wawancara kelompok.
  3. Berdasarkan sumber informasi, terdiri dari wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

Dalam menggunakan teknik wawancara, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu menentukan materi wawancara, menentukan jenis wawancara, menetapkan teknik pencatatan, menetapkan subjek penelitian serta menetapkan waktu dan tempat penelitian.

Beberapa kelemahan dari metode ini adalah tingkat ketelitian yang sangat tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat interviewer, kelancaran wawancara bergantung pada kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan dan proses wawancara mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar subjek.

  1. Korespondensi

Korespondensi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan surat berisikan pertanyaan atau permintaan kepada subjek penelitian. Surat yang dikirimkan terdiri atas surat pengantar yang berupa penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman dan pengharapan dari peneliti serta daftar pertanyaan.

Penggolongan korespondensi:

  1. Surat pribadi (personal letter), merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat hanya orang yang dikenalnya saja.
  2. Kuesioner, merupakan suatu bentuk korepondensi dimana orang yang dikirimi surat terdiri dari orang yang dikenal dan tidak dikenalnya.

Kuesioner dapat dibedakan atas kuesioner ragam isian (supply type) dan kuesioner ragam pilihan (selection type). kuesioner ragam isian terdiri dari kuesioner bentuk tertutup dan kuesioner bentuk terbuka, sedangkan kuesioner ragam pilihan terdiri dari bentuk pilihan rangkap dua dan bentuk pilihan rangkap ganda.

Sebelum menggunakan kuesioner, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan yaitu membuat surat pengantar, menyusun materi kuesioner, menentukan jenis kuesioner, menentukan subjek penelitian dan menyediakan fasilitas-fasilitas bagi subjek penelitian.

  1. Testa

Testa sebagai suatu metode penelitian adalah cara untuk memperoleh data yang berbentuk tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang atau sekelompok oran yang dapat menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang diperoleh ojrang lain atau suatu standar. Fungsi testa adalah untuk mengukur kemampuan dan sifat (ability and traitsI) dari seseorang atau sekelompok orang.

Sebagai suatu metode ilmiah, test harus memenuhi beberapa syarat yaitu tes tersebut harus meiliki validitas  yang baik,  harus memiliki  realibilitas  yang baik, harus memiliki objektifitas  yang mantap, harus memiliki daya beda yang baik, harus distandarisasi dan test harus mengungkapkan keseluruhan pengetahuan yang hendak diukur (kompherensif).

Penggolongan testa:

  1. Berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti, terdiri dari testa individual dan testa kelompok.
  2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminta, terdiri dari testa verbal dan testa non verbal.
    1. Berdasarkan tujuan penyelenggaraannya, terdiri dari testa kecepatan dan testa kemampuan.
    2. Berdasarkan fungsinya, terdiri dari test intelegensi, test bakat, test sekolah dan test kepribadian.
    3. Pencatatan Dokumen

Pencatatan dokumen (recording document) adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Beberapa contoh dokumen antara lain tulisan-tulisan (prasasti dan lontar), karangan (buku dan kamus), catatan (biografi dan laporan pendidikan), lembaran negara, bulletin, dan lain-lain.

Tata cara yang harus dilakukan untuk pengambilan dokumen sebagai sumber data yaitu mengadakan evaluasi, meninjau batas waktu penerbitannya, meninjau validitas sumbernya dan meninjau pribadi penulisnya.

 

  1. V.           PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI

PENGOLAHAN DATA

Pada umumnya pengolahan data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengolahan tahap deskriptif dan pengolahan tahap inferensial. Tujuan diadakannya pengolahan data adalah sebagai dasar untuk mengadakan generalisasi dari kondisi yang bersifat khusus sehingga diperoleh kondisi yang bersifat umum.

Metode pengolahan data dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis sehingga mendapat suatu kesimpulan umum. Dalam menyusun data secara sistematis, ada beberapa teknik yang digunakan yaitu teknik induksi, teknik argumentasi dan teknik spekulasi.

  1. Metode komparatif

Metode komparatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan cara mengadakan perbandingan secara sistematis dan terus-menerus sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Mengadakan bandingan secara sistematis artinya adalah mengadakan perbandingan dengan aturan tertentu. Sedangkan mengadakan bandingan secara terus-menerus artinya mengadakan perbandingan sejak awal hingga akhir pembahasan.

  1. Metode analisis

Metode analisis adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan suatu teknik analisa tertentu sehingga diperoleh suatu tesa. Metode analisis dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

  1. Analisis Statistik

Analisis statistik adalah suatu analisis data yang menggunakan rumus matematika yang telah tersedia pada buku statistik. Statistik dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Pada dasarnya statistik sebagai ilmu pengetahuan memiliki tiga ciri khas, yaitu statistic selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuantitatif), statistik bersifat objektif dan statistik bersifat universal.

Statistik sebagai teknik analisis data memiliki tiga fungsi, yaitu:

(a) Generalisasi sifat dan kemampuan

Sifat dan kemampuan individupada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus-rumus tertentu seperti tendensi sentral (central tendency) dan standar deviasi (standard deviation).

(b) Generalisasi hubungan

Hubungan antara dua gejala atau lebih yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan memakai rumus tertentu seperti korelasi product moment, korelasi rank order dan korelasi kontingensi

(c) Generalisasi perbedaan

Perbedaan individu yang berlaku pada sampel dapat digeneralisasikan pada populasi dengan menggnakan rumus tertentu seperti t- test, chi- square dan analisa varian.

  1. Analisis Non-Statistik

Secara garis besar analisis non-statistik dapat dibedakan menjadi analisis filosofis dan analisa proses.

 

INTEPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Interpretasi terhadap hasil pengolahan data dilakukan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan terhadap penelitian yang telah dilakukan.

Contoh 1 : suatu penelitian korelasional yang menggunkan rumus “product moment”. Ini adalah salah satu bentuk teknik analisis statistic yang banyak digunakan dalam suatu penelitian.

Terhadap angka indeks korelasi (r) yang diperoleh dari perhitungan kita dapat memberikan penafsiran tertentu. Dalam hal ini ada dua macam cara yang dapt ditempuh, yaitu:

  1. Interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product moment itu dilakukan secara kasar dengan cara sederhana.
  2. Intepretasi yang diberika dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada table nilai r product moment.

Pemberian interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r”  product moment  dengan cara berkonsultasi pada table nilai “r”  product moment. Cara ini dipandang lebih teliti dibandingkan dengan cara di atas.

Bila cara kedua yang kita gunakan, maka prosedur yang harus dilalui adalah :

  1. Merumuskan hipotesis alternative (Ha) dan hipotesis nihil (H0).
  2. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari Ha danH0.

Menguji kebenaran atau kepalsuan dari H0 dilakukan dengan membandingkan besarnya nilai “r” yang diperoleh dalam perhitungan dengan besarnya nilai “r” yang terdapat dalam table nilai “r”  product moment, dengan terlebih dahulu mencari derajat kebebasan (db) atau  degrees of freedom (df) dengan rumus:  df = N –nr

Keterangan :  df = degrees of freedom

N = number of case

nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan.

Dengan diperolehnya df, maka besarnya nilai “r” yang terdapat pada tabel dapat ditentukan. Jika rhitung  r tabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative diterima. Ini berarti memang terjadi korelasi positif yang signifikan antara variabel x dan y.

Dengan menggunakan rumus dan cara yang serupa, interpretasi hasil pengolahan data yang menggunakan teknik analisis statistik lainnya dapat diselesaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Responses to “METODOLOGI PENELITIAN”

  1. uyayan Says:

    wah panjang amat postnya…
    mampir hanya nge-like aja hehe

  2. desiana91 Says:

    ehehehe,, iah niee🙂

  3. Nakki Says:

    thanks banget ya postingnya.
    Saya seperti dapat pencerahan, akhirnya terselesaikan permasalahan df yang sampai bikin kepala saya migrain dari kemarin.
    Saya cari2 rumus bagaimana mencari df sampai bongkar2 buku panduan dan kuliah statistik, tapi ga dapat solusinya.
    Chongmal Kamsahamnida Ni Luh Desi Ana ^_^


Jangan Lupa Comentnya yah kawand :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s