DESI ANA

HIDUP AKAN LEBIH INDAH JIKA MAU SALING BERBAGI

Contoh RPP Mei 23, 2012

Filed under: MATEMATIKA — desiana91 @ 2:50 pm
Tags: , ,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

                               

Identitas                     : SD N 5 Karangasem

   Mata Pelajaran          : Matematika

   Kelas / Semester         : V / 1

   Alokasi waktu            : 7 jp x 35 menit

 

Standar Kompetensi

2.   Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak dan kjecepatan dalam pemecahan masalah.

 

Kompetensi Dasar

2.2. Melakukan operasi hitung satuan waktu.

 

Indikator

v  Menyelesaikan operasi hitung dalam satuan waktu.

 

I. Tujuan Pembelajaran

* Siswa dapat melakukan operasi menyelesaikan operasi hitung dalam satuan waktu.

II. Materi pembelajaran

*  Operasi hitung dalam satuan waktu.

 

Uraian Materi:

1 jam = 60 menit.

1menit =  60 detik.

1 jam = 3.600 detik.

Contoh :

2 jam = … menit.

2 jam = 2 x 60 menit.

2 jam = 120 menit.

 

III. Metode Pembelajaran

*  Diskusi / Kooperatif

*  Tanya jawab

*  Ceramah

*  Tugas

 

IV. Langkah – Langkah (more…)

Iklan
 

CONTOH SOAL OBJEKTIF Maret 30, 2012

Filed under: MATEMATIKA — desiana91 @ 2:35 am

NAMA            : NI LUH DESI ANA

NPM               : 1462

TUGASN        : EVALUASI PEMBELAJARAN

 

SOAL OBJEKTIF KOMPLEKS

  1. Gunakan petunjuk di bawah ini untuk menjawab pertanyaan nomor 1 dan 2!
    1. Jika hanya jawaban (ii) dan (iii) yang benar
    2. Jika hanya jawaban (ii), (iii) dan (iv) yang benar
    3. Jika hanya jawaban (ii), (iii) dan (v) yang benar
    4. Jika hanya jawaban (iii), (iv) dan (v)yang benar

Bangun yang memiliki simetri lipat kurang dari 2 adalah…

(i)          Persegi panjang

(ii)        Trapesium

(iii)    Layang-layang

(iv)    Segitiga sama kaki

(v)        Bujur sangkar

 

Jawaban : b

Pembahasan :

(i)       Persegi panjang memilki 2 simetri lipat

(ii)     Trapesium memiliki 1 simetri lipat

(iii)    Layang-layang memiliki 1 simetri lipat

(iv)    Segitiga sama kaki memiliki 1 simetri lipat

(v)     Bujur sangkar memiliki 4 simetri lipat

Jadi, bangun yang memilki simetri lipat kurang dari 2 adalah (ii), (iii) dan (iv).

 

  1. Sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun belah ketupat adalah…

(i)       Mempunyai empat sisi yang tidak sama panjang

(ii)     Mempunyai 1 simetri lipat

(iii)    Dua diagonalnya berpotongan membagi dua sama panjang dan saling tegak lurus

(iv)    Sudut-sudut yang berhadapan sama besar

(v)     Merupakan gabungan dua segitiga sama kaki

 

Jawaban: d

 

Pembahasan : (more…)

 

Konsep pecahan Secara Sederhana Januari 19, 2012

Filed under: MATEMATIKA — desiana91 @ 6:24 am

Menanamkan konsep pecahan pada anak mungkin akan sedikit sulit. Bagaimana tidak, anak dituntut untuk dapat menghayalkan suatu bentuk bilangan yang dibagi dengan bilangan lain. Anda harus memberikan konsep yang sederhana pada anak agar nantinya anak tidak menganggap pecahan sebagai materi yang sulit.

Akan lebih baik jika anda menjelaskan konsep pecahan dengan bantuan alat peraga. Alat peraga yang anda pilih haruslah merupakan benda yang tak asing bagi anak agar nantinya anak dapat mencobanya sendiri di rumah. Anda dapat memilih buah dengan bentuk yang simetri seperti jeruk dengan ukuran yang lebih besar.

Untuk menjelaskan bilangan 1/2 , kita dapat memotong jeruk menjadi 2 bagian yang sama besar. Jelaskan terlebih dahulu bahwa buah jeruk dapat dikatakan sebagai bernilai 1.  Setelah jeruk dipotong menjadi 2 bagian yang sama besar, anak akan dapat melihat bahwa kedua potongan jeruk tersebut memiliki ukuran yang sama, yaitu 1/2 dan 1/2 . kemudian (more…)

 

PERKALIAN DAN PEMBAGIAN SEDERHANA Januari 12, 2012

Filed under: MATEMATIKA — desiana91 @ 2:38 am

Bagi anak yang baru mengenal perhitungan dalam matematika seringkali menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, terutama dalam operasi perkalian dan pembagian. Tingkat kesulitan dalam operasi matematika bertahap dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian, seorang anak harus menguasai operasi penjumlahan dan pengurangan terlebih dahulu.

Bila seorang anak sudah mahir dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, maka operasi perkalian dan pembagian akan lebih mudah untuk dihitung. Untuk menjelaskan perkalian,kita harus menanamkan konsep yang sederhana, tepat dan mudah dipahami oleh seorang anak. Misalkan untuk menghitung 2×3. Terlebih dahlu anda harus menjelaskan makna dari 2×3 tersebut. Sebagian besar orang berpendapat bahwa 2×3 dapat diartikan sebagai penjumlahan bilangan 2 sebanyak 3 kali atau dapat ditulis 2+2+2. Padahal sebenarnya 2×3 adalah penjumlahan 3 sebanyak 2 kali atau dapat ditulis 3+3.

Seorang anak mungkin akan kesulitan dalam menghitung angka yang dikalikan. Untuk itu anda dapat memanfaatkan beberapa alat peraga yang tidak asing bagi anak, seperti potongan pipet atau lidi ( ukuran sesuai keinginan). Untuk perhitungan 2x3 anda dapat memperagakan dengan cara mengambil 3 lidi (more…)

 

BANGUN RUANG November 21, 2011

      BANGUN RUANG

Bangun ruang adalah bangun matematika yang mempunyai isi ataupun volume.

Bagian-bagian bangun ruang, antara lain:

  1. Sisi:  bidang pada bangun ruang yang membatasi antara bangun ruang dengan ruangan di sekitarnya.
  2. Rusuk:  pertemuan dua sis yang berupa ruas garis pada bangun ruang.
  3. Titik sudut: titik hasil pertemuan rusuk yang berjumlah tiga atau lebih.

Jenis-jenis bangun ruang yang umum dikenal adalah:

  1. Kubus
  2. Balok
  3. Prisma
  4. Limas
  5. Kerucut
  6. Tabung
  7. Bola

KUBUS

 

 

 

 

Ciri-ciri KUBUS, antara lain :

Ø  Kubus merupakan bangun ruang dengan 6 sisi sama besar (kongruen),

Ø  Kubus mempunyai 6 sisi berbentuk persegi,

Ø  Kubus mempunyai 12 rusuk yang sama panjang,

Ø  Kubus mempunyai 8 titik sudut,

Ø  Jaring-karing kubus berupa 6 buah persegi yang kongruen.

Rumus Luas Permukaan Kubus

L  =  6 x r2

Keterangan :

L  :  luas permukaan

r  :  panjang rusuk

Rumus Volume Kubus

V  =  r3

Keterangan :

V = Volume

r = rusuk

 

BALOK

Ciri-ciri BALOK,antara lain:

Ø  Balok merupakan bangun ruang yang dibatasi 6 persegi panjang dimana 3 persegi panjang kongruen,

Ø  Balok mempunyai 6 sisi berbentuk persegi panjang,

Ø  Balok mempunyai 3 pasang bidang sisi berhadapan yang kongruen,

Ø  Balok mempunyai 12 rusuk,

Ø  4 buah rusuk yang sejajar sama panjang,

Ø  Balok mempunyai 8 titik sudut,

Ø  Jaring-jaring balok berupa 6 buah persegi panjang.

Rumus Luas Permukaan Balok

L  =  2 x [ (p x l) + (p x t) + (l x t) ]

Keterangan:

t    :  tinggi balok

p   : panjang balok

l    :  lebar balok

Rumus Volume Balok

V  =  p x l x t

Keterangan:

t    :  tinggi balok

p   : panjang balok

l    :  lebar balok

 

PRISMA

Ciri-ciri PRISMA, antara lain:

Ø  Prisma merupakan bangun ruang yang alas dan atasnya kongruen dan sejajar,

Ø  Rusuk prisma alas dan atas yang berhadapan sama dan sejajar,

Ø  Rusuk tegak prisma sama dan sejajar,

Ø  Rusuk tegak prisma tegak lurus dengan alas dan atas prisma,

Ø  Rusuk tegak prisma disebut juga tinggi prisma,

Ø  Prisma terdiri dari prisma segitiga dan prisma beraturan.

Ø  Prisma segitiga mempunyai bidang alas dan bidang atas berupa segitiga yang kongruen.

Ø  Prisma segitiga mempunyai 5 sisi.

Ø  Prisma segitiga mempunyai  9 rusuk

Ø  Prisma segitiga mempunyai 6 titik sudut

Ø  Jaring-jaring prisma segitiga berupa 2 segitiga, dan 3 persegi panjang.

Rumus Luas Permukaan Prisma Segitiga

L  =  Keliling ∆  x  t  x ( 2 x Luas ∆)

Volume Prisma Segitiga

V  =  Luas Alas  x  t 

Keterangan :

L          :  luas permukaan

∆          :  alas dan atas segitiga

t           :  tinggi prisma

V   :  Volume

Luas Alas    :  Luas ∆   =  ( ½ a x t )

t :  tinggi prisma

 

LIMAS

Ciri-ciri LIMAS,antara lain:

Ø  Limas adalah bangun ruang yang mempunyai bidang alas segi banyak dan dari bidang alas tersebut dibentuk suatu sisi berbentuk segitiga yang akan bertemu pada satu titik,

Ø  Nama limas ditentukan oleh bentuk alasnya,

Ø  Limas beraturan yaitu limas yang alasnya berupa segi beraturan,

Ø  Tinggi limas adalah garis tegak lurus dari puncak limas ke alas limas,

Ø  Macam-macam bentuk limas, antara lain:

1.    Limas segitiga     ( alasnya berbentuk segitiga )

2.    Limas segiempat  ( alasnya berbentuk segi empat )

3.    Limas segilima    ( alasnya berbentuk segilima )

4.    Limas segienam  ( alasnya berbentuk segienam )

Nama Limas

Sisi

Rusuk

Titik Sudut

Limas Segitiga

4

6

4

Limas Segiempat

5

8

5

Limas Segilima

6

10

6

Limas Segienam

7

12

1

Rumus Luas Permukaan Limas

L =  luas alas + luas selubung limas

 

Rumus Volume Limas

V =   1/3 ( luas alas  x  t )

Keterangan:

t : tinggi limas

 

TABUNG

Ciri-ciri TABUNG, antara lain:

Ø  Tabung merupakan bangun ruang berupa prisma tegak dengan bidang alas dan atas berupa lingkaran,

Ø  Tinggi tabung adalah jarak titik pusat bidang lingkaran alas dengan titik pusat lingkaran atas,

Ø  Bidang tegak tabung berupa lengkungan yang disebut selimut tabung,

Ø  Jaring-jaring tabung tabung berupa 2 buah lingkaran dan 1 persegi panjang.

Rumus Luas Permukaan Tabung

L  =  2 x ( π r2 ) + π d x t

Rumus Volume Tabung

V =  (luas alas x t)

Keterangan:

L    :  luas permukaan

r    :  jari-jari lingkaran alas

d   :  diameter lingkaran alas

t    :  tinggi tabung

V   :   Volume

luas alas  :  π r2

 

KERUCUT

Ciri-ciri KERUCUT,antara lain:

Ø  Kerucut merupakan bangun ruang berbentuk limas yang alasnya berupa lingkaran,

Ø  Kerucut mempunyai 2 sisi,

Ø  Kerucut mempunyai 1rusuk,

Ø  Kerucut mempunyai 1 titik puncak,

Ø  Jaring-jaring kerucut terdiri dari lingkaran dan segi tiga.

Rumus Luas Permukaan Kerucut

L  =   π r2 + π rs

Rumus Volume Kerucut

V = 1/3  ( π r2  x  t )

Keterangan:

L      :  luas permukaan

r      :  jari-jari lingkaran alas

d     :  diameter lingkaran alas

t      : tinggi kerucut

 

BOLA

Ciri-ciri BOLA, antara lain:

Ø  Bola merupakan bangun ruang berbentuk setengah lingkaran diputar mengelilingi garis tengahnya,

Ø  Bola mempunyai 1 sisi dan 1 titik pusat,

Ø  Sisi bola disebut dinding bola,

Ø  Bola tidak mempunyai titik sudut dan rusuk,

Ø  Jarak dinding ke titik pusat bola disebut jari-jari,

Ø  Jarak dinding ke dinding dan melewati titik pusat disebut diameter.

Rumus Luas Permukaan Bola

L  =  4  π  r2

Rumus Volume Bola

V  =  4/3  π  r3

Keterangan:

L : luas permukaan

V : Volume

r   : jari-jari bola

π : 22/7 atau 3,14

 

 

 

persamaan linier

Filed under: MATEMATIKA — desiana91 @ 2:07 pm

        Persamaan linear adalah sebuah persamaan aljabar, yang tiap sukunya mengandung konstanta, atau perkalian konstanta dengan variabel tunggal. Persamaan ini dikatakan linear sebab hubungan matematis ini dapat digambarkan sebagai garis lurus dalam Sistem koordinat Kartesius.

Contoh grafik dari suatu persamaan linear dengan nilai m=0,5 dan b=2 (garis merah)

Bentuk umum untuk persamaan linear adalah:

y = mx + b.\,

Dalam hal ini, konstanta m akan menggambarkan gradien garis, dan konstanta b merupakan titik potong garis dengan sumbu-y. Persamaan lain, seperti x3, y1/2, dan xy bukanlah persamaan linear.

Contoh sistem persamaan linear dua variabel:

x + 2y = 10,\,,
3b + 5c = 4d+ 20,\,,
5x - 3y +6 = -9x + 8y+ 4,\,

                                             Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Persamaan linear yang rumit, seperti di sebut di atas, bisa ditulis dengan menggunakan hukum aljabar agar menjadi bentuk yang lebih sederhana. Seperti contoh, huruf besar di persamaan merupakan konstanta, dan x dan y adalah variabelnya.

 Bentuk Umum

Ax + By + C = 0,\,
dimana konstanta A dan B bila dijumlahkan, hasilnya bukan angka nol. Konstanta dituliskan sebagai A ≥ 0, seperti yang telah disepakati ahli matematika bahwa konstanta tidak boleh sama dengan nol. Grafik persamaan ini bila digambarkan, akan menghasilkan sebuah garis lurus dan setiap garis dituliskan dalam sebuah persamaan seperti yang tertera diatas. Bila A ≥ 0, dan x sebagai titik potong, maka titik koordinat-xadalah ketika garis bersilangan dengan sumbu-x (y = 0) yang digambarkan dengan rumus -c/a. Bila B≥ 0, dan y sebagai titik potong, maka titik koordinat- y adalah ketika garis bersilangan dengan sumbu-y (x = 0), yang digambarkan dengan rumus -c/b.

 Bentuk standar

ax + by = c,\,
di mana, a dan b jika dijumlahkan, tidak menghasilkan angka nol dan a bukanlah angka negatif. Bentuk standar ini dapat diubah ke bentuk umum, tapi tidak bisa diubah ke semua bentuk, apabila a dan b adalah nol.

 Bentuk titik potong gradien

 Sumbu-y

y = mx + b,\,
dimana m merupakan gradien dari garis persamaan, dan titik koordinat y adalah persilangan dari sumbu-y. Ini dapat digambarkan dengan x = 0, yang memberikan nilai y = b. Persamaan ini digunakan untuk mencari sumbu-y, dimana telah diketahui nilai dari x. Y dalam rumus tersebut merupakan koordinat y yang anda taruh di grafik. Sedangkan X merupakan koordinat x yang anda taruh di grafik.

 Sumbu-x

x = \frac{y}{m} + c,\,
dimana m merupakan gradien dari garis persamaan, dan c adalah titik potong-x, dan titik koordinat x adalah persilangan dari sumbu-x. Ini dapat digambarkan dengan y = 0, yang memberikan nilai x = c. Bentuk y/m dalam persamaan sendiri berarti bahwa membalikkan gradien dan mengalikannya dengan y. Persamaan ini tidak mencari titik koordinat x, dimana nilai y sudah diberikan.

ء-

                                  Sistem persamaan linear lebih dari dua variabel

Sebuah persamaan linear bisa mempunyai lebih dari dua variabel, seperti berikut ini:

a_1 x_1 + a_2 x_2 + \cdots + a_n x_n = b.

di mana dalam bentuk ini, digambarkan bahwa a1 adalah koefisien untuk variabel pertama, x1, dan n merupakan jumlah variabel total, serta b adalah konstanta.

 

 
%d blogger menyukai ini: